Bacaan : Matius 14:22-33
Lututnya bergetar hebat. Di kanannya tebing yang tinggi, di kirinya
jurang yang dalam. Semua pengaman telah dipakainya, tetapi tak urung
hatinya was-was. Tiba-tiba sebuah suara menyentakkannya, "Ulurkan
tanganmu, lihat saya!" Dan pemuda usia belasan itu pun bergerak
mengikuti instruksi sang kakak pembina. Ia memalingkan wajahnya dari
tebing dan jurang, lalu dengan hati-hati mengikuti setiap instruksi
hingga berhasil melewati rintangan terakhir itu dengan baik.
Lain halnya dengan Petrus. Petrus sendiri yang meminta agar ia boleh
menghampiri Yesus dengan berjalan di atas air. "Datanglah!" kata
Yesus. Petrus pun berjalan di atas air menghampiri Gurunya (ayat 29).
Namun, ketika dirasakannya tiupan angin sakal yang telah membuat ia
dan murid-murid lainnya kepayahan mendayung, Petrus menjadi takut dan
mulai tenggelam. Ia berteriak minta tolong. Yesus pun menolongnya
sambil berkata, "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau
bimbang?"
Ya, angin pencobaan yang datang silih berganti sering mencuri
pandangan kita dari Yesus. Walaupun demikian, seperti anak muda di
atas, kita juga selalu mempunyai pilihan. Memilih untuk mengikuti
petunjuk sang guru atau terus melihat pada rintangan yang besar.
Ketika Petrus hanya melihat pada Yesus, ia dapat berjalan mengatasi
gelombang. Sebaliknya, ketika ia hanya melihat pada angin dan
gelombang, ia pun tenggelam.
Hari ini, Yesus meminta kita untuk melihat kepada-Nya dan bukan pada
masalah-masalah yang ada di sekeliling kita. Ya, walaupun gelombang
menggelora dan angin pencobaan terus bertiup, percayalah pada Yesus!
--SL
YESUS LEBIH BESAR DARI MASALAH-MASALAH ANDA
|