Bacaan : Mazmur 90
Salah satu slogan yang paling banyak digunakan orang-orang yang
bergelut di wedding industry adalah, "Ini kan sekali seumur hidup.
Once in a life time." Dan kalimat ini sangat efektif membuat para
calon pengantin rela mengeluarkan uang banyak untuk momen once in a
life time ini. Kalimat itu benar. Namun sayangnya, hanya separuh
kebenaran. Sebab setiap detik, setiap jam, dan setiap kesempatan
dalam hidup kita juga adalah once in a life time. Setiap detik dalam
kehidupan takkan pernah berulang. Detik yang baru saja kita pakai
untuk membaca kalimat pertama renungan ini tidak pernah kembali.
Kehidupan kita tidak terdiri dari momen-momen besar. Kehidupan kita
yang sebenarnya terdiri dari jutaan detik dan momen-momen kecil yang
tersusun menjadi satu.
Firman Tuhan hari ini diambil dari Doa Musa. Mazmur 90 adalah mazmur
tertua di antara mazmur-mazmur lainnya. Namun, pesan yang disampaikan
adalah pesan yang sangat relevan dalam kehidupan kita sekarang. Dalam
doanya, Musa membandingkan kekekalan Tuhan dan kefanaan manusia.
Ribuan tahun manusia adalah sehari bagi Tuhan (ayat 4). Musa
melukiskan betapa singkatnya hidup manusia, seperti rumput yang layu
pada sore hari (ayat 6).
Di tengah segala keruwetan dan kesibukan menjalani hidup, doa Musa
sangat berguna bagi kita. Menghitung hari-hari kita membuat kita
sadar dan mampu menikmati setiap momen; tidak hanya terfokus kepada
momen-momen khusus. Ketika kita rindu dan mau belajar menghitung
hari-hari kita, Tuhan sendiri yang akan mengaruniakan kita hati yang
bijaksana dalam mengambil keputusan yang penting sepanjang hidup kita
--GS
SETIAP DETIK DALAM HIDUP KITA
HANYA BERLANGSUNG SEKALI SEUMUR HIDUP
|