Bacaan : Kisah 14:19-28
Anda pernah kapok melakukan sesuatu? Kapok bisa baik, bisa juga
buruk. Kapok yang baik berkenaan dengan perilaku buruk. Misalnya,
kapok merokok karena pernah opname di rumah sakit terkena radang
tenggorokan akut. Atau, kapok kebut-kebutan naik sepeda motor, karena
pernah kecelakaan. Sedangkan kapok yang buruk berkenaan dengan
perilaku baik. Misalnya, kapok melayani di gereja karena pernah
dikecewakan; kapok membantu orang lain karena pernah disalahartikan;
atau kapok menyatakan cinta karena pernah ditolak mentah-mentah.
Kapok yang buruk inilah yang harus kita hindari. Sebab untuk
melakukan hal-hal baik tidak boleh ada kata kapok. Suatu kali Paulus
tengah melakukan perjalanan pekabaran Injil ke kota Listra. Diluar
dugaan, sekelompok orang Yahudi mendatangi dan menganiayanya. Begitu
parah sampai-sampai orang banyak menyangkanya telah mati (ayat 19).
Tidak disebutkan berapa banyak luka-luka yang dideritanya, tetapi
kita bisa membayangkan betapa parah dan menderitanya Paulus.
Kapokkah Paulus? Ternyata tidak. Keesokan harinya ia bangkit dan
melanjutkan perjalanan (ayat 20). Apa rahasia ketegaran dan keteguhan
Paulus? Dalam Filipi 3:13 ia menulis, "Aku melupakan apa yang telah
di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku." Ya,
Paulus tidak membiarkan dirinya tenggelam dalam luka dan kepahitannya
di masa lalu. Sebaliknya ia mengarahkan diri kepada "apa yang
dihadapannya", yaitu visi hidupnya untuk memberitakan Injil kepada
sebanyak mungkin orang. Dan ia lalu fokus kepada panggilannya itu.
Karenanya ia tidak pernah kapok. Tetap tegar dan teguh --AYA
DUA SIKAP YANG BISA MEMBUAT ORANG TIDAK MAJU:
TIDAK BERBUAT APA-APA DAN KAPOK BERBUAT SESUATU
|