Bacaan : Kejadian 49:29-33
Bu Mimin, usia 81 tahun, meninggal dunia, menyusul Pak Wijian,
suaminya, yang berpulang empat tahun lalu. Anak-anak dan menantunya
bersitegang. Gara-gara sebagian ingin jenazah almarhumah dikremasi,
sebagian lagi berkeras harus dikubur. Mereka memang berasal dari
gereja yang berbeda-beda. Masing-masing punya pandangan dan
alasannya. Sedang Bu Mimin sendiri semasa masih hidup tidak
meninggalkan pesan apa-apa. Akibatnya relasi di dalam keluarga pun
menjadi rusak.
Untuk menghindarkan hal-hal seperti itu, maka ada baiknya kita
mempersiapkan apa-apa yang perlu diperhatikan jika saatnya kematian
tiba. Jangan sampai kita mati dengan meninggalkan masalah buat
orang-orang yang ditinggalkan. Menyedihkan sekali. Kita mungkin sudah
tenang-tenang "di alam sana", tetapi keluarga kita malah saling
bertengkar. Lagipula kematian adalah sesuatu yang pasti terjadi.
Cepat atau lambat. Entah karena usia lanjut, sakit, atau penyebab
lainnya. Jadi, perlulah kita mempersiapkan diri sebelum kematian
datang.
Seperti Yakub dalam bacaan Alkitab hari ini. Sebelum kematiannya, ia
berpesan kepada anak-anaknya agar dikuburkan di gua Makhpela bersama
Lea, istri tertuanya (ayat 32). Andai yang menginginkan itu Ruben
atau Yehuda atau anak Lea lainnya, bisa saja Yusuf dan Benyamin,
anak-anak Rahel, memprotes. Apalagi ketika itu Yusuf adalah orang
yang berkuasa. Rahel sendiri istri kesayangan Yakub, yang meninggal
ketika melahirkan Benyamin dan dikuburkan di sisi jalan ke Betlehem
(Kejadian 35:16-19). Namun, karena demikian pesan Yakub, anak-anaknya
melakukan seperti yang dipesankannya (Kejadian 50:12), sehingga
konflik di antara mereka pun tidak terjadi -AYA
UNTUK SESUATU YANG PASTI TERJADI SEPERTI KEMATIAN,
BERSIAP ITU PERLU
|