Bacaan : Bilangan 12
Sebuah lembaga kristiani sudah lama menjalankan sebuah pos pelayanan
kesehatan di suatu desa. Meski mayoritas penduduk desa tersebut bukan
orang kristiani, hubungan mereka selama ini berjalan dengan sangat
baik. Ini karena pos pelayanan tersebut dijalankan dengan hati yang
tulus untuk menolong masyarakat tanpa membeda-bedakan agama. Keadaan
begitu tenang, sampai suatu hari beberapa provokator dari luar daerah
datang dan menyebarkan fitnah, sehingga timbullah keresahan di
lingkungan tersebut.
Musa juga pernah mengalami masalah karena difitnah, meskipun ia
adalah seorang yang jelas melayani Tuhan dengan hati tulus. Tidak
tanggung-tanggung, fitnahan ini datang dari Miryam dan Harun, yang
adalah orang-orang terdekatnya sendiri. Dapat kita bayangkan sakit
hati yang Musa rasakan saat itu. Namun, Musa tidak menjadi marah atau
mundur. Ia tetap setia dan berbesar hati untuk membiarkan Tuhan
menjadi hakim atas mereka. Ia pun mengampuni Miryam dan Harun ketika
Tuhan telah menyatakan keadilan-Nya.
Dalam melayani Tuhan, jemaat-Nya, atau orang lain, ada kalanya kita
mungkin mendapat fitnahan seperti kisah Musa dan lembaga kristiani di
atas. Atau, mendapat masalah-masalah lain yang menyakitkan hati kita.
Pada saat itu kita perlu ingat bahwa pelayanan ini kita lakukan
karena dan untuk Tuhan, sehingga kita tidak boleh kehilangan
ketulusan dan kesetiaan. Selain itu, kita tidak perlu membalas mereka
yang menyakiti kita. Kita perlu mengampuni mereka dan membiarkan
Tuhan menyatakan keadilan-Nya; sesuai waktu dan cara-Nya. -ALS
TETAPLAH TULUS DAN SETIA DALAM PELAYANAN
KETIKA MASALAH DATANG MENGHADANG
|