Bacaan : Wahyu 1:1-3
Di internet saat ini banyak silang pendapat tentang ramalan suku
Maya. Suku yang pernah hidup di selatan Meksiko atau Guatemala ini
dikenal menguasai ilmu falak dan sistem penanggalan. Menurut
manuskrip peninggalan mereka, pada 21 Desember 2012 akan muncul
gelombang galaksi yang besar, sehingga mengakibatkan terhentinya
semua kegiatan di muka bumi. Ada yang menginterpretasikan hal itu
sebagai "kiamat", tetapi banyak pula yang memaknainya secara
kontemplatif sebagai seruan untuk mencegah kerusakan bumi.
Alkitab telah menyediakan satu kitab yang secara khusus membahas
"kiamat" atau rangkaian peristiwa pada akhir zaman, yakni kitab
Wahyu. Kitab ini tidak menjelaskan kapan persisnya hal itu akan
terjadi, tetapi memaparkan gambaran simbolis tentang bagaimana hal
itu akan terjadi. Melalui tulisan Yohanes ini, kita mengerti bahwa
Yesus Kristus akan datang kembali, Iblis akan dihukum, dan semua
orang akan diadili untuk menerima kehidupan kekal atau kebinasaan
kekal.
Di tengah situasi dunia yang dilanda krisis, peperangan, bencana
alam, dan penganiayaan terhadap orang percaya, berita kitab Wahyu
menawarkan penghiburan dan pengharapan. Bagaimanapun situasinya,
Allah tetap memegang kendali dan rencana-Nya akan tergenapi.
Kitab Wahyu juga menantang kita untuk hidup dalam kekudusan. Kita
menolak berbuat dosa dengan merenungkan, "Akankah saya melakukannya
seandainya Dia datang kembali hari ini?" Walaupun, kita mesti terus
bekerja dan melayani dengan tekun seolah-olah Dia baru akan datang
kembali seribu tahun lagi! -ARS
PENGHARAPAN KITA AKAN MASA DEPAN
TERWUJUD DALAM PILIHAN-PILIHAN KITA PADA HARI INI
|