Bacaan : 1Korintus 16:5-18
"Bu," kata seorang anak kecil, "Kata guru Sekolah Mingguku, kita
hanya hidup sementara di dunia ini. Dan Tuhan meminta kita
bersiap-siap untuk pergi ke dunia yang lebih baik. Tapi, Bu, kulihat
tidak ada orang yang bersiap-siap. Ibu bersiap-siap mengunjungi
Nenek, dan Tante Santi bersiap-siap menjemput kita, tapi kulihat
tidak ada yang bersiap-siap pergi ke dunia yang lebih baik itu.
Kenapa, Bu?"
Orang percaya hidup dalam penantian akan kedatangan kembali Tuhan
Yesus Kristus. Penantian ini bukan suatu sikap pasif, melainkan sikap
yang waspada dan siap siaga. Sikap seperti itulah yang dinasihatkan
Paulus kepada jemaat di Korintus.
Berjaga-jaga. Mereka harus senantiasa waspada akan musuh rohani yang
mungkin menyusup dan mengancam hendak menghancurkan mereka. Musuh itu
bisa berupa perpecahan, kesombongan, dosa, kekacauan, atau pengajaran
sesat.
Berdiri teguh dalam iman. Mereka harus bertekun di dalam Injil yang
sudah diajarkan kepada mereka dan membawa mereka ke dalam
keselamatan.
Bersikap berani. Mereka harus kuat dan berani dalam menghadapi musuh
iman, menjaga integritas, mengatasi dosa, dan menangani masalah.
Melakukan segala pekerjaan dalam kasih. Semangat dan kegigihan iman
mereka harus dilandasi oleh kasih. Tanpa kasih, ketiga hal terdahulu
hanya akan memperlihatkan fanatisme buta yang dapat menjadi batu
sandungan bagi banyak orang.
Bagaimana kesiapan Anda untuk menyambut-Nya? Nasihat Paulus tadi
dapat kita terapkan untuk mempersiapkan diri -ARS
MENUNGGU BUKANLAH KESEMPATAN UNTUK BERSIKAP PASIF
MELAINKAN KESEMPATAN UNTUK MEMPERSIAPKAN DIRI
|