Bacaan : Hagai 2:11-15
Kekristenan memang tidak mengultuskan gedung gereja dan segala barang
yang ada di dalamnya. Sebab semuanya itu bukan azimat atau benda
keramat, melainkan benda mati biasa yang bisa rusak dan hancur, tidak
punya kekuatan apa pun. Walaupun demikian, bukan berarti kita bisa
bersikap sembarangan dan tidak perlu menjaganya, karena gereja adalah
tempat kita beribadah kepada Tuhan.
Hal itu jugalah yang Tuhan sampaikan kepada bangsa Israel ketika
mengizinkan Hagai membangun Bait Suci. Tuhan meminta agar pembangunan
tersebut dijauhkan dari hal-hal najis, termasuk segala persembahan
bagi pembangunan Bait Suci tersebut. Bait Suci memang hanyalah sebuah
bangunan yang dapat dihancurkan, tetapi itu tidak membuat Allah
membiarkan bangsa Israel membangunnya secara sembarangan. Allah
menghendaki agar pembangunan Bait Suci dijalankan dengan kekudusan.
Sebab Bait Suci adalah lambang kehadiran, kemuliaan, dan kekudusan
Allah.
Allah mau agar kita pun menjaga kebersihan dan kekudusan gereja.
Banyak hal yang sebenarnya dapat kita perbuat, bahkan dari halhal
kecil. Misalnya menjaga kebersihan kamar mandi, tempat parkir, atau
ruang ibadah, tidak membuang bungkus permen atau ludah sembarangan,
tidak makan dan minum di ruang ibadah. Kita dapat juga menjaga dan
merawat barang-barang yang ada di gereja seperti mimbar, kursi, dan
alat-alat musik. Mari kita buat gedung gereja dan segala
perlengkapannya bersih dan asri, bukan hanya supaya enak dipandang,
melainkan juga agar lambang kekudusan-Nya tetap tampak -RY
JAGALAH KEKUDUSAN RUMAH TUHAN
DENGAN BERSIKAP DAN BERTINDAK KUDUS
|