Bacaan : Matius 23:1-12
Tujuan pendidikan adalah membuat seseorang yang tidak tahu menjadi
tahu. Dari tidak bisa menjadi bisa. Dari yang sudah tahu menjadi
lebih tahu. Dan dari yang sudah bisa menjadi lebih bisa. Sehingga ada
perubahan dalam hidup. Dan untuk mewujudkan semuanya itu diperlukan
seorang guru yang memang memiliki hati untuk mendidik siswanya.
Yesus menegur orang-orang Farisi dengan sangat keras karena mereka
tidak menjadi guru yang baik bagi umat. Orang Farisi sebagai orang
yang duduk di kursi Musa, yaitu orang yang memahami hukum dan
peraturan agama, memiliki tugas membawa umat menjadi orang-orang yang
hidup sesuai hukum Tuhan. Namun kenyataannya tidaklah demikian.
Mereka lebih suka menekankan penampilan dan pujian (ayat 5),
mengajarkan peraturan yang berat bagi umat tanpa mau menjadi teladan
dalam melakukannya (ayat 4). Jadi, apa yang dilakukan orang Farisi
bukanlah membuat umat menjadi semakin tahu dan mau melakukan hukum
Taurat, tetapi membuat umat merasa mendapat beban berat tatkala
berhadapan dengan hukum Taurat. Mereka telah melakukan pembodohan.
Itu sebabnya Tuhan menegur mereka sebagai orang yang munafik.
Guru, orangtua, dan pendeta adalah orang-orang yang memiliki tugas
mendidik. Tugas ini tampaknya sangat sederhana, tetapi sangat
memerlukan hati. Hati yang berisi hasrat untuk melihat anak-anak yang
dididik menjadi lebih baik. Bagaimana memiliki hati yang seperti ini?
Hal pertama yang harus kita miliki adalah kerelaan untuk berbagi hal
terbaik yang kita miliki tanpa pamrih, entah itu pengetahuan ataupun
pengalaman hidup yang berharga. Di samping itu, kita mesti tetap
disiplin mengisi diri dengan hal-hal yang baik -RY
PEMBODOHAN ADALAH TUJUAN SEORANG PENIPU
PENDIDIKAN ADALAH TUJUAN SEORANG PENDIDIK
|