Bacaan : Yudas 1:1-3
Umumnya orang ingin menjadi nomor satu, tidak mau menjadi nomor dua.
Sebab menjadi nomor dua artinya selalu dalam bayang-bayang dan mudah
dilupakan. Namun, Alkitab penuh dengan orang-orang "nomor dua" yang
luar biasa. Meskipun nomor dua, mereka memainkan peranan penting.
Yusuf adalah orang nomor dua sewaktu berkuasa di Mesir, tetapi
pengaruhnya melampaui Firaun si nomor satu. Daniel selalu menjadi
pejabat nomor dua. Raja silih berganti, tetapi Daniel terus menjabat
sebagai orang nomor dua. Pengaruhnya melintasi zaman dan kerajaan,
meskipun ia tidak pernah menjadi orang nomor satu.
"Aku adalah Yudas, saudaranya Yakobus", demikian Yudas menyebut
dirinya. Ia adalah pemimpin nomor dua setelah Yakobus-pemimpin
tertinggi gereja mula-mula di Yerusalem. Yudas jarang dikenal, bahkan
kalah terkenal dari Yudas Iskariot. Namun ia senang menempatkan
dirinya sebagai hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus. Senang,
walaupun menjadi nomor dua. Ia tidak menggerutu. Apalagi ia diberi
karunia penting untuk membangun dan memelihara jemaat. Dengan rendah
hati ia menggunakan karunianya untuk menasihati gereja yang terancam
ajaran sesat. Surat Yudas yang bijak ini kemudian disimpan dan
dijadikan bagian dari Kitab Suci.
Tak semua orang mesti menjadi nomor satu. Sebagian kita dikaruniai
Tuhan tempat sebagai nomor dua. Jangan mengeluh. Jika dengan rendah
hati dan sukacita posisi itu kita terima, Tuhan akan memakai kita
untuk mengerjakan sesuatu yang penting dan mulia. Jangan kecil hati.
Bertanyalah pada Tuhan tentang peran yang Dia ingin kita mainkan
dengan bijaksana pada posisi tertentu -DBS
DI TANGAN TUHAN ORANG-ORANG BIASA MAMPU MELAKUKAN
HAL-HAL LUAR BIASA
|