Bacaan : Ulangan 31:1-8
Sejarah mencatat bahwa acap kali seorang pemimpin yang hebat gagal
menutup masa kepemimpinannya dengan baik karena gagal melakukan
suksesi. Hal ini bisa terjadi karena ia tidak mempersiapkan
penerusnya dengan baik atau malah lupa bahwa suatu hari
kepemimpinannya pasti akan berakhir. Akibatnya, setelah ia pensiun
atau meninggal, karyanya seakan-akan menguap begitu saja karena
penerusnya tidak mampu meneruskan.
Musa memastikan kepemimpinannya tidak berakhir demikian. Menjelang
akhir hidupnya, ia mengumpulkan seluruh orang Israel dan menyerahkan
tugas kepemimpinannya kepada Yosua di hadapan mereka. Hal ini membuat
legitimasi kepemimpinan Yosua jelas. Selain itu, Musa memberi nasihat
kepemimpinan kepada Yosua, yaitu untuk tetap beriman kepada Tuhan
yang selama ini juga telah membimbing Musa.
Yosua adalah seseorang yang selama ini telah menjadi abdi Musa
(Keluaran 24:13). Melalui tugas itu, ia belajar segala hal yang perlu
diketahui oleh seorang pemimpin Israel. Sehingga ketika Musa
mengangkatnya menjadi pemimpin Israel, ia sudah siap.
Jika saat ini kita sedang menjadi pemimpin, baik itu di gereja,
organisasi, tempat kerja, masyarakat, atau apa pun, kita harus ingat
bahwa suatu hari kepemimpinan ini harus diserahkan kepada generasi
penerus. Karena itu, adalah penting untuk mempersiapkan mereka; baik
melalui pelatihan dan kesempatan maupun nasihat-nasihat. Supaya
ketika saatnya tiba, mereka siap. Selain itu, kita perlu memastikan
bahwa ketika suksesi itu terjadi, legitimasi (keabsahan) penerus kita
jelas, supaya kelak ia tidak perlu menghadapi masalah di seputar hal
itu -ALS
ADALAH TUGAS SEORANG PEMIMPIN
UNTUK MEMPERSIAPKAN PENERUS PERJUANGANNYA
|