Bacaan : Ibrani 5:11-14
Film Lars and the Real Girl menyoroti perbedaan antara sikap
kekanak-kanakan dan kedewasaan. Lars suatu saat menanyai Gus,
kakaknya, apa artinya menjadi laki-laki dewasa. Gus terbata-bata dan
tertegun sejenak, tetapi akhirnya mendapatkan jawaban yang bagus:
Menjadi laki-laki dewasa berarti melakukan perkara yang benar,
meskipun untuk itu ia harus menderita; tidak berlaku curang terhadap
istri; dan mau dengan jujur mengakui kesalahan.
Kedewasaan tidak otomatis bertumbuh seiring dengan pertumbuhan fisik
atau penambahan umur. Kedewasaan ditentukan oleh perubahan sikap dan
kesediaan untuk memikul tanggung jawab. Orang-orang percaya Ibrani
ditegur karena tidak mengalami pertumbuhan yang semestinya di dalam
iman mereka. Seharusnya mereka sudah cakap untuk mengajarkan
prinsip-prinsip iman kepada orang lain, tetapi mereka bahkan belum
menerapkannya di dalam hidup mereka sendiri. Akibatnya, iman mereka
mandek, tidak bertumbuh apalagi berbuah. Sulit bagi mereka makan
"makanan keras", memahami aspek-aspek iman yang lebih mendalam.
Penulis kitab Ibrani menyodorkan resep untuk mengatasi keadaan itu.
Pertumbuhan rohani menuntut ketekunan dan kerja keras. Agar menjadi
dewasa dalam iman, kita perlu melatih hati nurani, pikiran, dan tubuh
kita untuk belajar memisahkan yang baik dari yang jahat. Apakah Anda
cukup waspada untuk mengenali pencobaan sebelum hal itu telanjur
menjerat Anda? Apakah Anda cukup terampil untuk menerapkan prinsip
firman Tuhan dalam menyikapi tantangan hidup? Apakah Anda cukup
kritis untuk membedakan penggunaan Alkitab yang tepat dan yang
keliru? -ARS
KEDEWASAAN MENUNTUT KITA KELUAR
DARI SELIMUT KENYAMANAN SIKAP KEKANAK-KANAKAN
|