Bacaan : Mazmur 8
Ada banyak acara bagi-bagi uang di televisi Indonesia. Bentuknya bisa
berupa kuis, undian, bantuan, dan sebagainya. Semua penerima uang
tersebut selalu menunjukkan kegembiraan. Tetapi ada sedikit perbedaan
respons antara mereka yang mendapat uang yang berupa bantuan, dengan
mereka yang mendapatkannya karena menang kuis. Biasanya, kelompok
yang pertama menunjukkan rasa syukur yang meluap-luap kepada pembawa
acara. Hal ini lebih jarang terjadi di kelompok yang kedua.
Perbedaan ini disebabkan oleh karena cara pandang yang berbeda.
Mereka yang mendapatkan uang dengan memenangkan suatu kuis, merasa
layak mendapatkan uangnya. Sementara mereka yang menerima uang
sebagai bantuan tanpa berbuat apa pun yang membuatnya pantas
menerima, melihat uang tersebut sebagai anugerah.
Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita bahwa hubungan kita dengan
Allah sebetulnya adalah seperti orang yang menerima "uang bantuan".
Kita terlalu kecil untuk dapat dipandang layak diperhatikan Allah.
Akan tetapi, oleh anugerah-Nya, justru Allah menjadikan kita puncak
dan pemimpin ciptaan.
Fakta ini seharusnya menghadirkan perasaan takjub dan syukur
kepada-Nya. Sayangnya, kadang kala kita lupa akan hal tersebut.
Kadang kita merasa bahwa kita layak untuk diberkati Allah, mungkin
karena merasa sudah aktif melayani, memberi banyak persembahan,
bekerja keras dalam hidup, dan sebagainya. Akibatnya, kita jadi
merasa tidak perlu lagi bersyukur. Hari ini kita diingatkan bahwa
kita semua terlalu kecil bagi Allah, tetapi anugerah-Nya sangatlah
besar bagi kita. Karena itu, kita harus selalu bersyukur pada-Nya
-ALS
KESADARAN AKAN KEBESARAN ANUGERAH ALLAH PADA KITA
MENGHASILKAN UNGKAPAN SYUKUR DALAM DIRI KITA
|