Bacaan : Kejadian 18:1-15
Ada banyak jenis tawa. Tawa terbahak-bahak, tawa nyengir, tawa kecil,
tawa sinis. Berbagai jenis tawa ini muncul karena sebab yang berbeda.
Firman Tuhan hari ini menyebutkan Sara yang tertawa di dalam hati.
Dan, tawa ini "terdengar" oleh Tuhan. Agaknya, tawa Sara adalah tawa
sinis; tawa yang tawar. Bukan tawa sukacita, tetapi tawa yang
mempertanyakan; meragukan apa yang ia dengar. Sebetulnya, tawa sinis
dan tawar dari Sara itu cukup masuk akal. Sebab ia mendengar bahwa ia
akan mempunyai anak lelaki, padahal ia telah tua dan menopause. Umur
Abraham 100 tahun dan Sara 90 tahun (Kejadian 17:17). Tentu sulit
dipahami jika nenek setua Sara dan kakek setua Abraham masih dapat
menghasilkan keturunan.
Namun Tuhan berkata, "Aku akan kembali tahun depan mendapatkan
engkau, pada waktu itulah Sara, istrimu, akan mempunyai seorang anak
laki-laki" (ayat 10). Pernyataan ini diulang dua kali (ayat 14).
Tuhan tahu sabda-Nya terdengar janggal. Namun yang Dia kehendaki
adalah agar Abraham dan Sara membuka hatibahwa apa yang tak masuk
akal bagi mereka bukan hal mustahil bagi Allah. Jadi, kisah ini tak
menganjurkan kita berandai-andai pada apa yang tidak mungkin,
melainkan agar kita tidak ragu Tuhan bisa berkarya melampaui akal
manusiawi.
Seperti Sara, mungkin kita pernah menertawakan secara sinis dan tawar
jalan-jalan Tuhan bagi kita. Mari buka hati, buka telinga, lihat,
rasakan, dan dengar karya Tuhan melalui sekeliling, sehingga tawa
sinis dan tawar kita berubah menjadi tawa kekaguman dan sukacita!
-DKL
TERTAWA KARENA IMAN ADALAH SUMBER KEKUATAN
|