Bacaan : 1Samuel 18:6-9
Menurut sebuah survei, angka harapan hidup tertinggi di Indonesia
dimiliki oleh Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu 73 tahun. Artinya,
rata-rata penduduk Yogyakarta hidup hingga usia 73 tahun. Beberapa
ahli mencoba mencari tahu penyebabnya. Ternyata ditemukan bahwa
selain rendahnya tingkat stres dan tingginya konsumsi serat melalui
buah-buahan dan sayuran, juga karena budaya hidup orang Yogyakarta
yang memegang falsafah nrima ing pandum, yang artinya menerima apa
yang menjadi haknya, tidak serakah, apalagi berkeinginan mengambil
hak orang lain.
Tidak puas dengan apa yang ada, iri hati terhadap apa yang orang lain
capai, dan bernafsu memiliki apa yang bukan haknya, adalah awal
kehancuran seseorang. Seperti yang terjadi pada Saul. Sebetulnya,
Saul tidak kurang gagah. Ia berhasil memimpin bangsa Israel meraih
kemenangan demi kemenangan dalam peperangan (1Samuel 14:47-48). Namun
sayangnya, ia kemudian iri hati terhadap keberhasilan Daud. Apalagi
ketika Daud disambut dengan pujian dan tarian yang meriah (ayat 6).
Saul lalu menjadi marah. "Kepada Daud diperhitungkan mereka
berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkan beribu-ribu;
akhir-akhirnya jabatan raja itupun jatuh kepadanya," begitu ia
berkata (ayat 8). Akhir dari kisah ini kita semua tahu, Saul mati di
tangan bangsa Filistin (1Samuel 31:1-13), dan Daud menjadi raja
menggantikannya.
Kiranya kepada kita diberikan kemampuan untuk bisa menerima apa yang
ada, bersyukur dengan yang kita punya. Dan, kita dijauhkan dari iri
dengki terhadap orang lain, juga dari keinginan untuk memiliki apa
yang bukan hak kita -AYA
RESEP HIDUP SEHAT:
TERIMA APA YANG ADA, JAUHI IRI DENGKI
|