Bacaan : Yohanes 6:32-40
Suatu kali seseorang bertanya kepada Ibu Teresa, "Ibu telah melayani
kaum miskin di Kolkata, India. Tetapi, tahukah Ibu, bahwa masih ada
jauh lebih banyak lagi orang miskin yang terabaikan? Apakah Ibu
tidak merasa gagal?" Ibu Teresa menjawab, "Anakku, aku tidak
dipanggil untuk berhasil, tetapi aku dipanggil untuk setia ...."
Setiap pelayan Tuhan di mana pun dan dalam peran apa pun, tidak
dipanggil untuk berhasil. Sebab jika panggilannya adalah
keberhasilan, ia akan sangat riskan jatuh pada kesombongan atau
penghalalan segala cara. Pelayan Tuhan dipanggil untuk setia.
Melakukan tugas pelayanannya dengan penuh komitmen dan tanggung
jawab. Semampunya, bukan semaunya.
Itulah yang diteladankan oleh Tuhan Yesus. Menurut ukuran dunia,
Tuhan Yesus bisa dibilang tidak berhasil semasa hidup-Nya. Betapa
tidak, Dia harus menjalani hukuman salib. Satu murid-Nya
mengkhianati-Nya. Satu murid lagi menyangkali-Nya. Dan, para
murid-Nya yang lain kocar-kacir meninggalkan-Nya dan bersembunyi.
Tiga tahun berkarya, ujung-ujungnya hanya begitu. Namun, Dia toh
tetap setia menjalankan tugas pelayanan-Nya; melaksanakan kehendak
Bapa, dan menyelesaikan pekerjaan-Nya (Yohanes 4:34). Dia tidak
undur sedikit pun. Itu sebabnya, Allah sangat meninggikan Dia (ayat
9). Kesetiaan-Nya membuahkan keselamatan manusia.
Dalam melayani, bisa saja kita melihat bahwa apa yang kita lakukan
seolah-olah tidak ada hasilnya. Bila kita menghadapi situasi
demikian, jangan undur. Tetaplah setia. Kesetiaan kita dalam
melayani Tuhan tidak akan pernah sia-sia -AYA
LAKUKAN BAGIAN KITA SEBAIK-BAIKNYA
DAN SERAHKAN HASILNYA KEPADA TUHAN
|