Bacaan : Filipi 3:10-16
Setiap kali saya menunggu untuk naik pesawat, ada dua hal yang
menarik perhatian saya di lapangan bandara. Pertama, bendera merah
yang berfungsi menunjukkan arah angin. Kedua, kendaraan berat yang
berfungsi mendorong mundur pesawat. Kedua hal ini menyadarkan saya
bahwa sebuah pesawat dapat terbang karena dua hal. Ia harus melawan
arus angin agar dapat terbang. Kedua, ia harus maju terus agar
sampai ke tujuan. Bila sudah terbang, maka sebuah pesawat tidak
dapat dan tidak mungkin mundur; berhenti sedetik saja ia akan jatuh.
Demikian juga dengan kehidupan iman orang kristiani. Pertama,
seorang anak Tuhan harus berani melawan arus dunia yang tidak benar.
Kedua, sebagai anak Allah ia tidak boleh mundur, imannya tidak boleh
mudah kendur dan putus asa karena adanya tantangan dan hambatan.
Inilah pula rahasia kemenangan Paulus. Seburuk apa pun masa lalunya,
ia tak menoleh ke belakang dan berhenti di situ. Ibarat pesawat, ia
terus maju dan terbang semakin tinggi bersama Tuhan. Dan beginilah
ia melakukannya,"Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju
kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman dan membawa iman kita
itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun
memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang
duduk di sebelah kanan takhta Allah" (Ibrani 12:2).
Jadi, inilah yang harus kita miliki sejak hari ini; sikap optimis,
maju terus pantang mundur. Inilah sikap iman yang penuh harapan,
yang terus memusatkan perhatian kepada Yesus, terfokus pada tujuan
yang mulia dan kekal-ACH
BERANI TAMPIL BEDA, DAN JANGAN PERNAH UNDUR
|