Bacaan : Ibrani 10:19-39
Dalam sebuah acara api unggun, saya mengamati betapa hebatnya nyala
api tatkala kayu bakarnya ditumpuk menjadi satu. Kemudian seseorang
mulai memisahkan kayu-kayu itu. Dan, hanya dalam waktu kurang dari
30 menit, api yang menyala begitu hebat perlahan-lahan mati.
Rupanya, ketika kayu bakar itu menjadi satu, apinya sangat luar
biasa. Namun, begitu dipisahkan dari yang lain, api itu nyalanya
melemah dan mati.
Hal yang sama sesungguhnya terjadi dalam komunitas orang percaya.
Jika salah seorang anggota memisahkan diri dan tidak bersekutu
dengan yang lain, hampir bisa dipastikan imannya akan melemah. Tidak
heran jika penulis kitab Ibrani menekankan betapa pentingnya
persekutuan itu, "Jangan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan
ibadah ... marilah kita ... semakin giat melakukannya menjelang hari
Tuhan" (Ibrani 10:25). Betapapun "hebatnya" iman seseorang, jika
tidak dipelihara dalam persekutuan bersama saudara seiman, suatu
saat akan melemah juga. Pertemuan ibadah seumpama tanah yang subur
bagi tersemainya iman kita. Karena itu, pertemuan ibadah sangat
penting.
Di zaman modern, ada pendapat bahwa kita tidak memerlukan pertemuan
ibadah. Menonton tayangan rohani di televisi atau mendengar siaran
radio serta bergabung dengan "gereja maya" di internet, itu sudah
cukup. Ini pendapat yang keliru. Memang, kita adalah makhluk
individual, dalam arti kita unik. Tetapi, kita juga makhluk sosial
yang membutuhkan sesama untuk bertumbuh. Mari kita hidupkan api
kepercayaan kita, dengan menyatu pada kobaran api yang besar! -MZ
MENJAUHI PERTEMUAN IBADAH
SAMA DENGAN MEMBUNUH IMAN PERLAHAN-LAHAN
|