Bacaan : Kejadian 31:36-42
Hari ini banyak negara memperingati Hari Buruh Internasional. Walau
tidak resmi, masyarakat Indonesia juga memperingatinya. Sejarah hari
buruh dimulai sekitar abad ke-18 saat berlangsung revolusi industri
di Inggris yang dikenal dengan "Gerakan 8 Jam". Untuk memprotes
perlakuan dunia industri terhadap para pekerjanya. Kala itu, pekerja
dipaksa bekerja dalam jam kerja yang panjang dengan kondisi kerja
yang buruk. Dunia internasional kemudian mengeluarkan konvensi tahun
1866 di Jenewa, bahwa jumlah jam kerja bagi para pekerja dalam satu
hari maksimal 8 jam.
Namun, hingga kini praktik ketidakadilan terhadap para pekerja di
berbagai sektor masih berlangsung. Demi mendapatkan keuntungan
sebesar-besarnya, kadang pengusaha bertindak tidak adil terhadap
para pekerjanya. Di pihak lain, di tengah sulitnya mencari
pekerjaan, para pekerja tidak punya pilihan selain "menelan"
perlakuan tidak adil itu demi memenuhi kebutuhan ekonomi mereka.
Yakub pun mengalami ketidakadilan ketika bekerja pada Laban,
pamannya. Selama 20 tahun bekerja, Laban kerap berlaku tidak adil
terhadapnya. Ia tidak peduli dengan semua jerih lelah Yakub. Bahkan,
10 kali ia mengubah upah Yakub (ayat 41). Tetapi Allah tidak tinggal
diam. Laban pun akhirnya menuai akibat dari kelicikannya, sedang
Yakub kembali ke negerinya sebagai orang yang berhasil.
Pelajaran bagi kita. Kalau kita berada di posisi majikan, jangan
memperlakukan para pekerja dengan tidak adil. Allah tidak akan
tinggal diam terhadap ketidakadilan. Sebaliknya, kalau kita berada
di posisi pekerja yang diperlakukan tidak adil, jangan berkecil
hati. Allah selalu punya cara untuk "membalikkan keadaan" -AYA
ALLAH MEMBENCI KETIDAKADILAN
|