Bacaan : Matius 25:1-13
Suatu kali, Washington Post mengingatkan tentang insiden tragis yang
dialami kapal Titanic. Di ruang kendali, petugas sedang sibuk
menjalankan tugasnya. Telepon berdering. Satu menit berlalu. Pada
menit kedua, si petugas tak mau diganggu karena terlalu sibuk. Menit
ketiga pun berlalu sangat cepat. Setelah si petugas selesai dengan
tugasnya, barulah ia mengangkat telepon yang pesannya berbunyi, "Ini
tempat pengintai pada haluan kapal. Gunung es persis di depan! Putar
haluan!" Dengan cepat si petugas ke ruang kendali, tetapi terlambat!
"Kebanggaan segala lautan" itu menabrak gunung es dan menewaskan
1.600 jiwa.
Andai si petugas menanggapi telepon itu, mungkin film Titanic tak
perlu dibuat. Tiga kesempatan dilewatkan dan ketika hendak
menanggapi panggilan itu, ia sudah terlambat! Hal yang sama kerap
dilakukan banyak anak Tuhan saat mendengar suaraNya. Kebanyakan dari
kita sebenarnya sudah mendengar jelas apa yang menjadi peringatan
dan kehendak Tuhan, tetapi kerap kali kita meremehkan semuanya itu.
Bila kesempatan itu ternyata merupakan yang terakhir, maka jika kita
tidak serius menanggapinya, bisa-bisa kita pun akan "tenggelam".
Firman Allah mengingatkan kita agar selalu berjaga-jaga. Jika tidak
demikian, bisa-bisa kita mengabaikan kesempatan yang Tuhan berikan
-- kesempatan untuk bertobat, untuk melakukan kehendakNya, untuk
melayani-Nya, atau yang lain. Perbedaan nyata antara lima gadis
bodoh dan lima gadis bijaksana dalam bacaan kita adalah bahwa yang
bijaksana selalu berjaga-jaga (ayat 4), sementara yang bodoh
terlambat menjaga minyaknya (ayat 3,10). Jangan terlambat! -PK
SAAT KITA MELEWATKAN KESEMPATAN DARI ALLAH
BERARTI ADA KEMUNGKINAN BAGI KITA UNTUK TERLAMBAT
|