Bacaan : Yohanes 15:9-15
Pernahkah Anda dikhianati oleh seorang sahabat? Dikhianati oleh
seseorang yang begitu dekat dan kita percayai? Tentu, itu sangat
menyakitkan. Inilah yang dialami Yesus di harihari terakhir-Nya
berada di dunia. Dan bila menyimak kisah-Nya, sukar bagi kita untuk
memahami sepenuhnya kasih Yesus. Betapa tidak? Dia sudah tahu bahwa
Yudas akan menjual-Nya, tetapi Dia masih mau memperingatkan tentang
niatnya yang jahat. Dia juga masih memberi tempat dan kesempatan
kepada Yudas untuk menerima roti Perjamuan Malam terakhir (Yohanes
13:26). Bahkan lebih dari itu, kasih-Nya tidak mencegah Yudas untuk
melanjutkan apa yang sudah ia rencanakan (Yohanes 13:27). Dan
sebagai balasannya, Yudas tetap tega mencium Gurunya agar jangan
sampai terjadi salah tangkap di Taman Getsemani malam itu!
Menjelang perpisahan-Nya dengan para murid, Yesus tidak lagi
menyebut mereka hamba, tetapi sahabat-sahabat-Nya (Yohanes 15:15).
Namun, bagaimanakah sikap-Nya saat semua sahabat-Nya itu lari
meninggalkan-Nya? Yesus tetap mengasihi mereka. Bahkan, kepada
Petrus yang akhirnya benar-benar menyangkali Dia meski telah
diperingatkan, Yesus masih membuka tangan lebar-lebar untuk
merehabilitasinya (Yohanes 21:15-17). Yesus, Sang Sahabat Sejati,
tak pernah meninggalkan sahabat-Nya, bahkan yang telah berubah setia
daripada-Nya. Adakah kita memiliki sahabat yang begitu setia seperti
Dia?
Dengan Roh Kudus-Nya, Dia akan tetap dekat dengan kita,
anak-anak-Nya! Dia bahkan hanya sejauh doa, sebab Dia bersama kita
untuk selamanya. Puji Tuhan! -CC
JIKA KITA TIDAK SETIA, DIA TETAP SETIA,
KARENA DIA TIDAK DAPAT MENYANGKAL DIRI-NYA (2 TIMOTIUS 2:13)
|