Bacaan : Matius 23:1-12
Sun Zi menulis buku dengan judul Sun Zi Bingfa (seni berperang) yang
sangat fenomenal lebih dari 2.300 tahun yang lalu. Ternyata,
prinsip-prinsip strategi kemiliteran yang terdapat dalam buku
tersebut dianggap masih relevan hingga saat ini. Bahkan,
prinsip-prinsip itu banyak dipakai dalam dunia bisnis yang sarat
intrik, juga dalam hubungan antarmanusia yang kompleks. Sun Zi
pernah mengungkapkan sebuah perumpamaan yang sangat mengena
berbunyi: "Sekuntum bunga sesungguhnya menjadi elok berkat dukungan
daun-daun yang hijau." Daun hijau yang memiliki klorofil (zat hijau
daun) -- sekalipun tidak seelok bunga -- mempunyai fungsi yang
sangat vital, yakni sebagai pemasok nutrisi karbohidrat melalui
proses fotosintesis dari air dan gas asam arang, serta penyinaran
cahaya matahari.
Perumpamaan di atas hendak menunjukkan bahwa kesombongan adalah
sikap yang tidak pada tempatnya. Dalam pelayanan, sikap demikian
bisa menjadi batu sandungan. Tuhan Yesus sangat tidak berkenan
dengan sikap para ahli Taurat dan orang Farisi yang sombong,
sehingga kita diminta agar tidak meneladan perbuatan-perbuatan
mereka.
Sesungguhnya di ladang pelayanan Tuhan, kita adalah mitra-mitra
Tuhan yang setara, sekalipun memiliki fungsi yang berbeda-beda.
Tidak ada alasan bagi seseorang untuk merasa paling hebat, atau
sebaliknya untuk merasa rendah diri. Pribadi-pribadi yang menjadi
"bunga" atau "daun hijau" dapat saling mendukung untuk menghasilkan
"buah-buah" yang baik; dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam
pelayanan -NDA
KERENDAHAN HATI ADALAH SALAH SATU SYARAT
UNTUK MENJADI PELAYAN YANG BAIK
|