Bacaan : Lukas 6:27-36
Pada tahun 2006, Dr. Samuel Weinstein, ahli bedah jantung anak
ternama di New York, mengadakan pelayanan kemanusiaan di El
Salvador. Bersama timnya, ia mengoperasi jantung seorang bocah
miskin berusia 8 tahun. Setelah 11 jam, terjadi pendarahan di tengah
operasi. Tak ada cukup obat untuk menghentikannya. Persediaan darah
menipis, sebab golongan darah si anak langka: B-negatif. Kebetulan
Dr. Weinstein bergolongan darah sama. Dengan segera ia mundur dari
meja operasi, meminta suster mengambil darahnya, lalu kembali
bergabung dengan timnya. Pengorbanannya tak sia-sia. Anak itu
selamat, karena Dr.Weinstein rela berbuat lebih dari yang
seharusnya.
Yesus mengajarkan bahwa sebagai anak Allah kita harus berbuat lebih
bagi sesama. Lebih dari biasa. Dunia mengajarkan: kasihilah
saudaramu, bencilah musuhmu. Yesus mengajarkan: kasihilah juga
musuhmu (ayat 27). Dunia mengajarkan balas dendam jika perlu. Yesus
mengajar kita supaya mengalah dan mengampuni. Dunia mengajar kita
berbuat baik kepada orang yang berjasa pada kita. Yesus mengajar
kita untuk berbuat baik, bahkan terhadap musuh. Mengapa demikian?
Karena Bapa kita begitu murah hati. Jadi, kita pun harus menunjukkan
kemurahan hati Bapa kepada orang lain (ayat 36). Di tengah dunia
yang kasihnya penuh hitung-hitungan, Yesus mengajak kita menunjukkan
kasih yang habis-habisan.
Tidak cukup bagi kita untuk mengasihi orang "sedang-sedang saja."
Kita perlu berbuat lebih. Pikirkanlah orang-orang yang akan Anda
jumpai hari ini. Renungkan, bagaimana saya bisa menunjukkan kasih
dengan lebih lagi? -JTI
KASIHILAH ORANG LAIN DI ATAS RATA-RATA
SUPAYA KASIH ANDA BENAR-BENAR TERASA
|