Bacaan : Yohanes 21:15-17
Singapura terkenal sebagai negeri "kecil" yang sibuk. Biasanya,
orang-orang di sana berjalan kaki sangat cepat, tidak menengok kanan
kiri; seolah-olah dikejar sesuatu. Grasah-grusuh. Tak heran kalau
ada humor, katanya untuk menemukan orang Indonesia di Singapura itu
mudah; kalau jalannya santai, alon-alon waton kelakon, dia pasti
orang Indonesia.
Kesibukan memang belum tentu buruk, tetapi hati-hati jangan sampai
kesibukan membuat kita tak punya waktu untuk hal-hal yang justru
penting. Pendeta, majelis, aktivis gereja, bisa terjebak kesibukan
sehingga malah tidak memiliki waktu pribadi bersama Tuhan. Orangtua
yang berkarier "demi anak" bisa sangat sibuk sehingga malah tak
punya waktu bersama anak. Suami yang sibuk bekerja demi
membahagiakan istri, malah tidak punya waktu untuk bersama istrinya.
Kesibukan justru mengaburkan tujuan awal dari aktivitas yang
dilakukan.
Kesibukan bisa menghambat kebahagiaan, bahkan menghambat kita
melakukan apa yang Tuhan ingin kita lakukan. Sebab tanpa disadari
kita mengabaikan banyak orang karena sibuk. Saat Yesus berkata
hingga tiga kali dalam bacaan kita, "Gembalakanlah domba-dombaku",
Dia memberi kita tanggung jawab penggembalaan. Yakni untuk peduli,
melindungi, memelihara, menghibur, mengobati yang terluka, mencari
yang hilang.
Mari lihat kembali laju hidup ini. Lambatkan sedikit lajunya bila
terlalu cepat, supaya kita bisa melihat kepenatan dan kesakitan
orang yang dicambuk kehidupan, serta dapat melakukan sesuatu bagi
mereka. Dengan kepedulian, semoga kita dapat memberi kesejukan, dan
kekuatan baru -MNT
SEBAGAI GEMBALA YANG BAIK
YESUS BAHKAN RELA MATI BAGI DOMBA-DOMBA-NYA
|