Bacaan : 1Petrus 4:7-11
Petrus memang bukan Paulus. Ia hanya menulis sebagian kecil dari
Perjanjian Baru. Akan tetapi surat-suratnya sangat penting karena
ditujukan bagi semua gereja yang saat itu sudah "mengglobal", jadi
pasti baik juga bagi kita sekarang.
Ia membuka perikop kita dengan nada serius, "Kesudahan segala
sesuatu sudah dekat." Saya yakin ia ingat benar jawaban Yesus dalam
Kisah Para Rasul 1: 7,8; yakni bahwa kita tak perlu membuang banyak
waktu dan energi untuk mendugaduga kapan akhir zaman itu. Itu bukan
urusan kita. Namun karena saat itu tidak diketahui kapan datangnya,
hendaknya kita memulai hidup setiap hari dengan bersiap sedia.
Mungkin hari ini Dia akan datang kembali. Jika malam tiba dan Dia
belum juga datang, berdoalah agar ketika Dia datang kita tetap dan
selalu siap!
Selanjutnya, Petrus meminta agar dalam menanti kedatangan-Nya,
masing-masing kita terus melayani Tuhan dengan cara melayani sesama
(Matius 25:40). Kita tak boleh berdalih tak dapat melayani karena
kita sudah diberi karunia. Walaupun demikian kita tak boleh
memaksakan diri untuk melayani pada bidang yang tidak sesuai karunia
atau dengan mengandalkan kekuatan sendiri.
Kita diberi karunia, bukan untuk dipendam atau disembunyikan (Matius
25:24-30). Sebaliknya, karunia itu harus dimanfaatkan selagi kita
masih dapat berjuang untuk memberikan pertanggung-jawaban yang baik
kepada sang Pemberi karunia. Perhatikan juga anak kalimat kecil yang
terus diulang Petrus: layanilah "seorang akan yang lain." Selamat
melayani; banyak orang menanti pelayanan Anda! -CC
JIKA ANDA TAK MAU MELAYANI, GEREJA MENJADI "LEBIH MISKIN"
SEBAB ADA LOWONGAN YANG TAK DAPAT DIISI OLEH YANG LAIN
|