Bacaan : Mazmur 139:1-12,23,24
Dalam pertandingan pembukaan musim kompetisi football tahun 2001,
tim Universitas Colorado melakukan sebuah kesalahan sehingga
kehilangan kesempatan untuk bertanding di kejuaraan nasional. Ketika
pelatih Gary Bernett ditanyai mengenai hal itu, ia berkata, "Kami
tidak akan mempermasalahkannya. Saya telah belajar dari pengalaman:
Jangan menyalahkan apa yang sudah lewat." Barnett lalu sibuk
merekrut pemain-pemain baru dan mempersiapkan pertandingan akhir di
musim liburan sehingga tidak sempat memikirkan masa lalu.
Kita semua memang harus menjalani hidup di masa sekarang. Namun,
bagaimana dengan kesalahan yang sangat kita sesali? Bagaimana kita
mengatasi dosa di masa lalu dan kegagalan yang terus membebani
pikiran kita? Untuk mengatasi kesedihan yang mungkin masih kita
rasakan, Oswald Chambers berkata, "Jangan pernah takut ketika Allah
membawa kembali kenangan masa lalu Anda. Biarkanlah kenangan itu
muncul. Kemarahan, kritik, dan kesedihan adalah alat untuk
mewujudkan kehendak Allah. Allah akan mengubah ‘kenangan yang masih
kita rasakan’ menjadi alat pembinaan mental [sumber makanan dan
pertumbuhan rohani] yang indah untuk menghadapi masa depan".
Pemazmur meminta Allah untuk menyelidiki hatinya dan melihat apakah
jalannya serong, sehingga ia dapat mengakuinya dan memperoleh
pengampunan. Kemudian ia menambahkan, "Tuntunlah aku di jalan yang
kekal!" (Mazmur 139:23,24).
Allah tidak ingin kita terjerat masa lalu. Dia ingin supaya kita
mengalami kebebasan di hari ini dan hari esok –David McCasland
MEMIKIRKAN MASA LALU MELUMPUHKAN MASA KINI
DAN MERUGIKAN MASA DEPAN
|