Bacaan : Lukas 4:14-21
Dalam perjalanan menuju Museum Seni Metropolitan di New York pada
bulan Desember, saya berhenti sejenak untuk mengagumi pohon Natal
yang menakjubkan. Pohon itu dihiasi boneka malaikat dan dasarnya
dikelilingi oleh patung-patung dari abad ke-18 yang menggambarkan
kelahiran Kristus. Jumlahnya hampir 200 patung. Di antaranya
terdapat para gembala, orang majus, dan penduduk kota. Mereka
memandangi palungan dengan penuh harap atau menatap para malaikat
dengan takjub.
Namun, ada satu patung yang tampak berbeda dari yang lainnya, yaitu
patung pria tanpa alas kaki, yang membawa beban berat di punggungnya
dan menundukkan kepala. Hati saya tersentak. Pria ini seperti
kebanyakan orang saat ini, yang sangat berbeban berat sehingga dapat
melihat Sang Mesias.
Natal dapat menjadi saat yang tidak menyenangkan bagi mereka yang
menderita karena beban kerja yang berat, ketegangan dalam keluarga,
dan kehilangan. Namun, patut diingat bahwa Kristus datang ke dunia
ini untuk mengangkat kepala orang yang tertunduk karena beban berat.
Yesus mengutip perkataan Yesaya untuk memberitahukan misi yang
diberikan Allah kepada-Nya bagi dunia: "Untuk menyampaikan kabar
baik kepada orang-orang miskin; ... untuk memberitakan pembebasan
kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta,
untuk membebaskan orang-orang yang tertindas" (Lukas 4:18,19).
Yesus datang untuk mengangkat beban kita sehingga kita dapat
mengangkat kepala kita untuk menyambut-Nya saat Natal tiba –David
McCasland
AGAR DAPAT MERASAKAN SUKACITA NATAL
PANDANGLAH YESUS
|