Bacaan : Nahum 1:1-8
Jika Anda pernah membaca kitab Nahum, Anda mungkin akan berkata,
"Tidak banyak sukacita dalam kitab ini!" Itu karena Nahum menulis
tentang kehancuran Asyur dan ibukotanya, Niniwe.
Nahum menyatakan murka Allah ketika Dia menantang Asyur (2:13,3:5).
Beberapa tahun sebelumnya, karena belas kasih-Nya dan demi
mewujudkan kehendak-Nya sendiri, Dia telah mengirim nabi yang ogah-
ogahan, yakni Yunus, untuk menyampaikan firman Tuhan kepada penduduk
Niniwe. Pada saat penduduk kota tersebut bertobat, kota itu
terselamatkan.
Hampir tidak ada yang lebih buruk daripada menyesali sebuah
pertobatan, dan itulah yang terjadi di Asyur. Generasi mereka yang
berikutnya berbalik lagi pada cara hidup nenek moyang mereka yang
jahat. Kemudian Asyur menyerang Israel, dan Allah memutuskan untuk
menghukumnya.
"Tuhan itu panjang sabar" (1:3). Namun, Dia adil dan tidak akan
membebaskan orang yang berdosa dari hukuman (1:3-6). Niniwe akan
segera mengetahuinya.
Karena itulah, perasaan saya menjadi tidak enak setelah mendengarkan
pengakuan seorang teman lama. Sudah bertahun-tahun ia menjadi orang
percaya, tetapi kemudian ia berpaling dari Kristus. Sikapnya itu
membuat saya bertanya-tanya: Apakah ia seorang kristiani yang bebal,
atau ia tidak sungguh-sungguh percaya? Dalam hal ini, ia juga akan
segera mengetahui bahwa Tuhan tidak akan membebaskan orang berdosa
dari hukuman.
Tuhan Yesus, lindungilah saya agar saya tidak menyesali pertobatan
saya. Amin –Dave Egner
SEKALI KITA MENINGGALKAN DOSA
TAK ADA ALASAN UNTUK KEMBALI LAGI
|