Bacaan : 1Korintus 4:1-5
Sepasang utusan Injil senior yang telah melayani Allah selama 50
tahun di sebuah desa terpencil di Afrika, memutuskan untuk kembali
ke AS dan memasuki masa pensiun. Namun ketika mereka tiba, tak
seorang pun menyambut mereka karena terjadi kesalahpahaman di kantor
utusan Injil itu. Tak ada yang membantu membawakan barang-barang
bawaan mereka, apalagi sampai mengantar ke rumah. Itu sebabnya
utusan Injil itu mengeluh kepada istrinya, "Setelah berpuluh tahun
kita pergi, tak seorang pun peduli ketika kita kembali."
Kepahitan yang dirasakan pria itu terus berkembang ketika mereka
mulai menempati rumah baru mereka. Istrinya, yang telah muak
mendengar keluhan sang suami menyarankan agar ia membawa masalah ini
kepada Allah. Akhirnya, sang suami masuk kamar dan memberi waktunya
untuk berdoa. Saat ia keluar dari kamar, wajahnya tampak berbeda,
sehingga sang istri penasaran dan bertanya apa yang terjadi.
Ia menjawab, "Aku berkata kepada Allah bahwa aku sudah pulang dan
tak seorang pun peduli." "Lalu apa yang Allah katakan?" tanya
istrinya. "Dia berkata, ‘Kamu memang belum pulang ke Rumahmu yang
sejati’."
Mungkin Anda juga telah melayani selama bertahun-tahun di sebuah
tempat di mana tak seorang pun memperhatikan atau mempedulikan apa
yang telah Anda perbuat. Namun, Allah senantiasa melihat dan peduli.
Suatu hari kelak, ketika kita tiba di rumah abadi kita, "Tiap-tiap
orang akan menerima pujian dari Allah" (1 Korintus 4:5). Sementara
kita ada di dunia ini, tetaplah setia (ayat 2) –David Roper
DUNIA MENGHARGAI KESUKSESAN,
TETAPI ALLAH MENGHARGAI KESETIAAN!
|