Bacaan : Kolose 3:1-11
Kata-kata tak senonoh dan ungkapan yang kasar kini semakin biasa
diucapkan dalam acara-acara utama televisi. Banyak penulis dan
produser tampaknya semakin sering melanggar batas ketentuan yang
diizinkan masyarakat tentang penggunaan kata-kata yang tidak
bermoral dan bersifat menyerang.
Perkataan yang tak senonoh dan kasar adalah jenis polusi suara yang
paling buruk. Selain menghujat Allah, kata-kata kotor juga
merendahkan manusia. Percakapan yang diakhiri dengan kutukan, sumpah
serapah, dan ungkapan-ungkapan kotor serta kasar, mengaburkan
keindahan ide-ide yang luhur. Kata-kata yang bersifat mengutuk dapat
membangkitkan amarah dan merusak hubungan kita dengan sesama. Kata-
kata tersebut dapat menimbulkan sakit hati yang berkepanjangan dalam
diri orang-orang yang peka terhadap perlakuan kasar secara lisan.
Perkataan yang tidak baik membuat keadaan di sekitar menjadi tak
bermoral dan tidak rohani, sehingga merusak pikiran dan cara hidup
yang kudus. Suara yang memekakkan telinga dapat meredam suara Roh
Allah. Itulah sebabnya firman Allah menyatakan dengan jelas jenis
perkataan yang tidak boleh keluar dari bibir para pengikut Yesus
(Kolose 3:8), dan sekaligus jenis perkataan yang seharusnya menjadi
ciri khas kita (4:6).
Berabad-abad yang lalu pemazmur mempersembahkan sebuah doa yang akan
membuat kita lebih bijaksana: "Awasilah mulutku, ya TUHAN,
berjagalah pada pintu bibirku" (Mazmur 141:3). Doa semacam itu
sangat kita butuhkan pada masa-masa sekarang ini -Dennis De Haan
PERKATAAN YANG TIDAK SENONOH MEMALUKAN SI PENGUCAP
SERTA MERENDAHKAN SI PENDENGAR
|