Bacaan : Daniel 1:1-8
Dari balik jendela pesawat terbang, Anda dapat melihat alur sungai
yang berkelok-kelok di bawah Anda. Semua sungai, kecuali sungai
buatan manusia, memiliki satu kesamaan yaitu semuanya berkelok-
kelok. Penyebabnya sederhana saja. Sungai-sungai itu mengikuti alur
yang paling sedikit hambatannya. Sungai-sungai tersebut berbelok
untuk menghindari apa saja yang menghalangi lajunya air untuk
mencari jalan yang lebih mudah.
Sebagian orang juga melakukan hal yang sama. Karena gagal melawan
iblis, mereka menyerah pada godaan dan menyimpang dari jalan yang
direncanakan Allah bagi mereka. Tidak seperti Daniel yang
"berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya" (Daniel 1:8), mereka
malah tunduk pada tekanan-tekanan dunia dan berkompromi terhadap apa
yang mereka anggap benar.
Dalam tulisannya kepada para pengikut Kristus, Yohanes mengatakan
bahwa kita dapat memenangkan pergumulan kita melawan kejahatan,
sebab "Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada
di dalam dunia" (1 Yohanes 4:4). Bukannya ditaklukkan, tetapi kita
bisa menjadi penakluk. Tak satu pun yang dapat menghalangi kita
untuk melalui jalur yang sudah ditetapkan Allah bagi kita. Kita
tidak boleh menyerah pada godaan atau musuh apa pun. Roh Kudus yang
tinggal di hati kita akan menguatkan kita sehingga kita dapat tetap
berdiri teguh.
Jalan kita tidak akan "bengkok" jika kita memtuskan untuk tidak
mengikuti begitu saja alur yang paling sedikit hambatannya -Richard
De Haan
ANDA TIDAK AKAN TERSESAT
JIKA BERJALAN DI JALAN YANG LURUS DAN SEMPIT
|