Bacaan : Kisah Para Rasul 15:36-41
Kita semua pasti pernah menyesali masa lalu dan mencoba melupakan
segala dosa dan kesalahan kita di masa lalu. Perasaan kita sangat
mirip dengan karakter komik Peanuts yaitu Linus, yang berkata,
"Mungkin kita seharusnya berpikir tentang hari ini saja." Charlie
Brown, karakter Peanuts lainnya, membantahnya, "Tidak, itu namanya
menyerah. Aku masih berharap hari kemarin akan memberi sesuatu yang
lebih baik."
Kita memang tak dapat mengubah masa lalu. Namun, kita dapat belajar
dari kesalahan dan dosa masa lalu. Dan dengan pertolongan Allah,
kita dapat menggunakan pengalaman itu untuk membuat masa depan kita
lebih baik.
Itulah yang dilakukan Yohanes Markus. Ia telah memulai perjalanan
misi bersama Paulus dan Barnabas, tetapi saat memasuki Asia Kecil,
ia meninggalkan mereka dan pulang ke tempat asalnya (Kisah Para
Rasul 13:13; 15:38). Tidak ada penjelasan tentang alasan
kepergiannya, tetapi Rasul Paulus menganggap itu sebagai pembelotan
yang memalukan.
Selanjutnya, Markus menjadi kawan sekerja Barnabas (15:39). Kita
tidak mengetahui detailnya, yang pasti Markus berubah dan berbaikan
dengan Paulus (Kolose 4:10,11). Ketika Paulus berada di penjara
menunggu pelaksanaan hukuman mati, ia meminta Timotius untuk datang
dengan mengajak Markus. Ia menganggap pelayanan Markus "penting
baginya" (2 Timotius 4:11).
Kita tidak dapat menghapus masa lalu, tetapi kita dapat belajar dari
masa lalu. Saat kita membawa segala dosa dan kesalahan kita kepada
Tuhan dan mencari pertolongan-Nya, kita dapat menjadi orang yang
lebih baik di hari ini dan esok –Herb Vander Lugt
KEGAGALAN BUKANLAH AKHIR DARI SEGALANYA
JIKA ANDA MEMULAI LAGI BERSAMA ALLAH
|