Bacaan : Galatia 6:7-10
Saya pernah membaca sebuah ilustrasi mengenai seorang pria yang
melihat-lihat di sebuah toko. Mendadak ia terkejut karena melihat
Allah duduk di salah satu gerai. Pria menghampiri-Nya dan bertanya,
"Apa yang Engkau jual?" Allah menjawab, "Apa yang kauinginkan?" Pria
itu berkata, "Aku ingin kebahagiaan, ketenangan pikiran, dan
kebebasan dari rasa takut ... untuk diriku dan seisi dunia." Allah
tersenyum dan berkata, "Di sini Aku tidak menjual buah. Yang Kujual
hanya benihnya."
Dalam Galatia 6, Paulus menekankan pentingnya menaburkan benih-benih
tindakan yang memuliakan Allah, karena "apa yang ditabur orang, itu
juga yang akan dituainya" (ayat 7). Kita tidak dapat berharap
menikmati buah-buah berkat Allah jika kita tidak menyadari
pentingnya melakukan bagian kita.
Kita akan sangat tertolong jika mengikuti teladan orang lain yang
telah menaburkan benih yang baik. Pengarang Samuel Shoemaker
mengatakan bahwa teladan yang baik dapat mengilhami kita atau
membuat kita berkata, "Oya, ia memang seperti itu. Ia tidak mudah
marah, gelisah, tidak sabaran, dan khawatir seperti saya; ia selalu
bahagia." Shoemaker melanjutkan, "Mungkin kita tidak menyangka kalau
ia harus berjuang untuk mendapatkan ketenangan, dan bahwa kita dapat
menang jika kita melakukan hal yang sama."
Apakah Anda mencemaskan keadaan diri Anda? Mintalah pertolongan
Allah dan mulailah menaburkan benih-benih tindakan dan tanggapan
yang baru hari ini. Pada saatnya nanti, Roh Kudus akan menambahkan
hasilnya –Joanie Yoder
BENIH YANG KITA TABUR HARI INI
MENENTUKAN BUAH YANG AKAN KITA TUAI ESOK
|