Bacaan : Hagai 2:21-24
Di beberapa kerajaan zaman dahulu, seorang raja yang ingin menandai
atau mengamankan sebuah dokumen akan menyegelnya dengan menggunakan
cincin meterainya. Ia menekankan cincinnya pada lilin yang lunak dan
membiarkannya mengeras sehingga membentuk segel yang bertanda sama
dengan cincin itu. Cincin meterai mewakili kemuliaan, kekuasaan, dan
jaminan milik pribadi sang raja, sehingga benda itu menjadi sangat
berharga.
Dalam Hagai 2:24, kita membaca bahwa Allah berkata Dia akan membuat
Zerubabel "seperti cincin meterai". Pernyataan ini begitu luar
biasa, karena sebelumnya Tuhan telah menyatakan penghakiman kepada
kakeknya, Konya bin Yoyakim dan garis keturunannya (Yeremia 22:24-
30). Allah berkata bahwa meskipun seandainya Konya adalah cincin
meterai, Dia akan tetap mencampakkannya.
Bertahun-tahun kemudian, Zerubabel memimpin sekumpulan orang Yahudi
kembali ke Yerusalem setelah masa pembuangan di negeri Babel. Karena
ketaatannya kepada Allah dan usahanya dalam membangun kembali Bait
Suci, Tuhan memperlakukan Zerubabel sebagai cincin meterai yang
berharga (Hagai 2:24).
Kita tahu bahwa Allah itu adil dan dosa memiliki konsekuensinya
sendiri. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa Allah juga berbelas
kasih dan Dia memberkati orang-orang yang melakukan apa yang
diperintahkan-Nya.
Dengan menaati Tuhan, kita juga dapat mengalami sukacita karena
menjadi seperti cincin meterai Allah yang berkenan bagi-Nya dan
berguna bagi kehendak-Nya –Albert Lee
KETAATAN ADALAH JALAN MENUJU BERKAT
|