Bacaan : Mazmur 49:2-16
Seorang mahasiswa Universitas Washington yang sedang jenuh
menggunakan jasa situs lelang di internet untuk menjual nyawanya
kepada penawar tertinggi. Ternyata tawaran tertinggi hanya mencapai
400 dolar!
Karena nyawa bukan suatu benda, maka nyawa tak dapat dipisahkan dari
tubuh layaknya sebuah organ tubuh seperti jantung. Mahasiswa itu
terpaksa mengakuinya, "Saya rasa penawar tertinggi tidak akan dapat
mengoleksi nyawa saya."
Tawaran dari pemuda di atas mengingatkan kita pada pertanyaan serius
Sang Juruselamat dalam Matius 16:26, "Apakah yang dapat diberikannya
sebagai ganti nyawanya?" Saat Dia menantang para pendengar-Nya untuk
merenungkan hari penghakiman yang akan datang, Yesus berkata bahwa
seisi dunia ini tak ada artinya dibanding harga sebuah nyawa.
Jadi, pertanyaan tentang seberapa berharga diri kita tidak
tergantung pada harta yang kita miliki. Penulis Mazmur 49
menunjukkan kebodohan orang-orang yang lebih menghargai harta
daripada nyawa mereka. Pemazmur justru memandang kepada Tuhan dengan
meyakini bahwa Dia "akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia
orang mati" (ayat 16).
Allah sangat menghargai kita, sehingga Dia mengutus Yesus ke dalam
dunia sebagai manusia. Dia bertumbuh besar dan kemudian mati di kayu
salib untuk membayar harga penebusan kita (Roma 5:6-21).
Seberapa berhargakah Anda? Untuk mengetahui jawabannya, pandanglah
palungan di Betlehem dan salib di Bukit Kalvari –Vernon Grounds
KEMATIAN KRISTUS MENUNJUKKAN
BETAPA BERHARGANYA ANDA DI MATA ALLAH
|