Bacaan : Wahyu 5
Paduan Suara Symphonic dan Orkestra Grand Rapids Symphony menggelar
konser Natal tahunan. Menjelang akhir pertunjukan, bersama-sama
dengan 4.000 penonton, mereka bernyanyi, "Kesukaan bagi dunia, Tuhan
sudah datang! Bri hatimu kepada-Nya." Hati saya bergetar saat
mendengar baris terakhir, "Nyanyi, nyanyi s’kalian alam."
Meskipun suasana saat itu begitu megah, tetapi itu barulah bayangan
samar-samar dari pujian yang akan dinaikkan bagi Anak Domba di
surga. Yesus layak menerima pujian dan penyembahan dari segala
makhluk: "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa,
dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan,
dan puji-pujian!"( Wahyu 5:12).
Dalam Wahyu 5, kita dapat membaca gambaran Yohanes tentang semakin
banyaknya makhluk yang memberikan pujian bagi Tuhan. Puji-pujian itu
dimulai oleh "keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua"(ayat
8). Lalu bergabunglah bersama mereka para malaikat yang jumlahnya
"berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa" (ayat 11).
Namun tidak hanya itu. Setiap makhluk di surga, di bumi, dan di laut
suatu hari kelak akan bersama-sama menyanyi, "Bagi Dia yang duduk di
atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan
kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!" (ayat 13)
Anda tidak perlu menunggu hari itu tiba untuk melantunkan pujian
bagi Anak Domba. Dia layak menerima pujian Anda, sejak saat ini!
–Dave Egner
PUJIAN ADALAH LUAPAN
HATI YANG BERSUKACITA.
|