Bacaan : Yesaya 58:1-10
Michelle Singletary dan suaminya memutuskan untuk mengurangi
pengeluaran Natal mereka. Mereka membuat hadiah-hadiah Natal sendiri
dan memikirkan ide-ide kreatif untuk memberikan waktu dan pelayanan
mereka bagi orang lain.
Dalam kolom surat kabar yang membahas masalah keuangan pribadi,
Michelle menuliskan tujuan mengapa ia memberi perhatian serius
terhadap pengeluarannya: "Membangun dan mempertahankan hubungan,
yang sangat penting selama liburan dan sepanjang tahun, merupakan
prioritas yang seharusnya tidak tersingkirkan karena kesibukan
berbelanja."
Keputusan untuk mengurangi pengeluaran di hari Natal adalah pilihan
kita masing-masing. Namun jika hubungan dengan sesama menjadi
prioritas utama kita, kita dapat memutuskan untuk memberi lebih
banyak, yaitu dengan memberi diri kita bagi orang lain. Yesaya
menggambarkan pengorbanan pribadi yang berkenan bagi Allah, yakni
dengan melayani orang lain. "Apabila engkau menyerahkan kepada orang
lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang
tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan
seperti rembang tengah hari" (Yesaya 58:10).
Yesus Juruselamat kita, yang kelahirannya kita rayakan, menyatakan
diri-Nya demikian, "Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani,
melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi
tebusan bagi banyak orang" (Markus 10:45).
Dalam merayakan Natal tahun ini, mari kita lebih banyak memberi,
dengan memberi diri bagi orang lain -David McCasland
BERIKAN DIRI ANDA BAGI SESAMA
PADA NATAL TAHUN INI
|