Bacaan : Filipi 4:4-9
Dalam beberapa hal manusia tidak lebih unggul daripada binatang.
Saya telah menyaksikan pria-pria yang luar biasa kuatnya, tapi belum
pernah ada manusia yang "sekuat lembu jantan". Manusia mampu berlari
100 meter dalam waktu kurang dari 10 detik, tapi itu tidak ada
artinya dibandingkan kecepatan lari seekor cheetah. Ada orang-orang
yang sangat pandai untuk menentukan arah, meskipun begitu mereka
tidak mampu menjelaskan bagaimana burung layang-layang yang
bermigrasi selalu dapat kembali ke tempat yang sama setiap tahunnya.
Memang beberapa jenis binatang benar-benar pandai. Namun, tak satu
pun dari mereka dapat berpikir seperti kita. Tak satu binatang pun
dapat mengembangkan masyarakat yang menakjubkan, dengan segenap
kemajuan di bidang medis dan teknologi.
Kemampuan unik manusia untuk berpikir memungkinkan mereka untuk
berpikir tentang Allah dan kekekalan. Seorang penyair Amerika
terkenal, Walt Whitman, merasa terganggu dengan hal itu. Ia mengaku
sering kali merasa iri pada ternak yang merumput sepuasnya di padang
rumput, sebab mereka tak pernah khawatir dan memikirkan hal-hal yang
menyusahkan.
Sebagai orang kristiani, kita tahu bahwa kemampuan berpikir
merupakan karunia Allah. Namun sayang, kita dapat menyalahgunakannya
dengan cara mengisi pikiran kita dengan hal-hal yang cabul, kotor,
dan buruk. Itu sebabnya Paulus meminta kita untuk merenungkan semua
yang benar, mulia, adil, suci, manis, bijak, patut dipuji, dan sedap
didengar (Filipi 4:8).
Tuhan, bantulah kami untuk mendisiplin pikiran -Herb Vander Lugt
KARAKTER YANG SALEH DIBENTUK OLEH PIKIRAN YANG KUDUS
|