|
Judul: Mengurbankan panggilan Ilahi
Menurut Kitab Hakim-hakim, dosa adalah "melakukan apa yang jahat di
mata TUHAN" (Hak. 13:1). Lalu apa yang jahat di mata TUHAN, yang
dilakukan oleh Simson? Salah satunya adalah kesukaannya pada
wanita (ayat 1, 4). Inilah kelemahan Simson, yang bertentangan
dengan panggilannya sebagai nazir Allah, yang ditugaskan untuk
melepaskan Israel dari bangsa Filistin. Kelemahan ini pula yang
kemudian akan menjatuhkan dia.
Karena tidak tahan dengan rengekan Delila, akhirnya Simson membuka
rahasia kekuatannya (ayat 16-17). Dibelinya cinta Delila dengan
rahasia kenazirannya. Tindakan yang sangat riskan sebenarnya,
karena sudah nyata bahwa Delila akan menyerahkan dia ke tangan
tentara Filistin (ayat 9, 12, 14). Demi uang, Delila tega
menyerahkan orang yang mencintai dia (ayat 5). Simson sendiri
terlalu percaya diri. Ia mengira bahwa kekuatan fisik akan
menolong dia mengatasi segala situasi. Ia lupa akan ikrar
kenaziran yang harus dipegang erat-erat. Sikap kompromi terhadap
dosa membuat ia mengabaikan ikrar kenaziran satu persatu. Maka
bukan kehilangan rambut sebenarnya yang menjadi penyebab utama
Simson kehilangan kekuatan. Masalahnya, Tuhan telah meninggalkan
dia (ayat 20). Kehilangan rambut hanyalah simbol keterpisahan
Simson dengan Allah.
Tidak adanya komitmen yang sungguh-sungguh untuk mendedikasikan diri
pada Allah, membuat hidup Simson berakhir tragis. Kelemahan
Simson dalam hal moral dan kerohanian bertolak belakang dengan
kekuatan fisiknya. Simson, seperti kebanyakan orang, mengira
bahwa dosa tak perlu dianggap serius. Tidak adanya teguran atau
hukuman Allah saat berbuat dosa, membuat orang mengira bahwa
Allah tidak memperhitungkan kesalahan itu. Simson tidak tahu
bahwa Allah memang panjang sabar, tetapi Ia tidak bersikap
permisif. Ini menjadi peringatan bagi kita untuk tidak
bermain-main dengan panggilan kita sebagai orang Kristen,
pengikut Kristus. Ikuti Kristus dan hiduplah seperti Dia.
|