Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Hakim 16:1-22
< Mei
2008
>
M S S R K J S
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Jumat, 30 Mei 2008

Judul: Mengurbankan panggilan Ilahi
Menurut Kitab Hakim-hakim, dosa adalah "melakukan apa yang jahat di mata TUHAN" (Hak. 13:1). Lalu apa yang jahat di mata TUHAN, yang dilakukan oleh Simson? Salah satunya adalah kesukaannya pada wanita (ayat 1, 4). Inilah kelemahan Simson, yang bertentangan dengan panggilannya sebagai nazir Allah, yang ditugaskan untuk melepaskan Israel dari bangsa Filistin. Kelemahan ini pula yang kemudian akan menjatuhkan dia.

Karena tidak tahan dengan rengekan Delila, akhirnya Simson membuka rahasia kekuatannya (ayat 16-17). Dibelinya cinta Delila dengan rahasia kenazirannya. Tindakan yang sangat riskan sebenarnya, karena sudah nyata bahwa Delila akan menyerahkan dia ke tangan tentara Filistin (ayat 9, 12, 14). Demi uang, Delila tega menyerahkan orang yang mencintai dia (ayat 5). Simson sendiri terlalu percaya diri. Ia mengira bahwa kekuatan fisik akan menolong dia mengatasi segala situasi. Ia lupa akan ikrar kenaziran yang harus dipegang erat-erat. Sikap kompromi terhadap dosa membuat ia mengabaikan ikrar kenaziran satu persatu. Maka bukan kehilangan rambut sebenarnya yang menjadi penyebab utama Simson kehilangan kekuatan. Masalahnya, Tuhan telah meninggalkan dia (ayat 20). Kehilangan rambut hanyalah simbol keterpisahan Simson dengan Allah.

Tidak adanya komitmen yang sungguh-sungguh untuk mendedikasikan diri pada Allah, membuat hidup Simson berakhir tragis. Kelemahan Simson dalam hal moral dan kerohanian bertolak belakang dengan kekuatan fisiknya. Simson, seperti kebanyakan orang, mengira bahwa dosa tak perlu dianggap serius. Tidak adanya teguran atau hukuman Allah saat berbuat dosa, membuat orang mengira bahwa Allah tidak memperhitungkan kesalahan itu. Simson tidak tahu bahwa Allah memang panjang sabar, tetapi Ia tidak bersikap permisif. Ini menjadi peringatan bagi kita untuk tidak bermain-main dengan panggilan kita sebagai orang Kristen, pengikut Kristus. Ikuti Kristus dan hiduplah seperti Dia.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini