|
Judul: Jangan mencari yang lain
Bagai anak ayam kehilangan induk, begitu pulalah tindak tanduk
Israel sepeninggal Tola dan Yair (ayat 1-5), yang telah menjadi
hakim atas mereka. Bagai litani yang terulang, kembali kita
baca, "Orang Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan....
(ayat 6)". Apakah yang jahat di mata Tuhan dan membangkitkan
cemburu-Nya, kalau bukan keberadaan ilah-ilah yang disembah
Israel, menggantikan diri-Nya?
Tanpa malu, Israel melakukan perzinaan rohani dengan menyembah Baal
dan dewa-dewa dari bangsa-bangsa kafir yang ada di sekitar
mereka (ayat 7-9). Israel telah meninggalkan Allah, yang telah
menyelamatkan mereka dari penindasan bangsa-bangsa asing. Israel
telah menaklukkan diri di bawah kendali ilah-ilah asing (ayat
11-13). Akibatnya, Allah membiarkan mereka ditaklukkan oleh
bangsa-bangsa asing, yang menyembah ilah-ilah itu. Allah telah
memberikan apa yang sesuai dengan keinginan mereka. Hasilnya?
Mereka ditindas dan diinjak, delapan belas tahun lamanya!
Siapakah yang bisa menolong mereka? Tak ada! Yang dapat
menguasai ilah-ilah asing itu hanya Allah! Tak ada yang lain!
Namun Allah itu telah mereka tinggalkan. Benar-benar kesalahan
fatal!
Akan tetapi, Israel kemudian menyadari kesalahan mereka (ayat 10).
Mereka membuang semua sesembahan mereka dan berbalik kepada
Allah. Allah pun tidak tinggal diam. Meski Allah marah atas
penyelewengan mereka, tetapi pertobatan mereka membangkitkan
belas kasihan-Nya (ayat 16).
Sebelum kita mencemooh Israel karena sikap mereka kepada Allah, mari
kita bercermin diri. Tidakkah kita pun sering bersikap sama?
Ketika usaha terancam bangkrut, khawatir pasangan hidup
berpindah ke lain hati, khawatir penyakit merenggut nyawa,
banyak orang yang berpaling dari Tuhan dan mencari sesuatu yang
dapat melepaskan mereka dari semua itu. Bila Anda termasuk di
dalamnya, jangan pergi lebih jauh lagi. Datanglah kepada Allah.
Mohonlah pengampunan dan juga pertolongan-Nya. Belas kasihan-Nya
akan turun atas Anda.
|