|
Judul: Ikutlah menderita!
Panggilan untuk menderita, terutama karena Kristus, bukanlah sesuatu
yang populer. Tentu tidak mudah mencari orang yang bersedia
menjawab panggilan itu. Terlebih di tengah zaman yang semakin
menuntut orang untuk meraih kesuksesan dan di tengah ajaran yang
menjadikan kesuksesan sebagai tanda diberkati Tuhan. Namun
demikian, seorang pelayan Tuhan harus berani melawan arus zaman
dan menjawab panggilan Allah ini.
Karena itulah Paulus mendorong Timotius untuk ambil bagian dalam
penderitaan karena pemberitaan Injil Kristus. Di dalam masa
penganiayaan terhadap orang Kristen pada saat itu, mungkin saja
Timotius takut untuk mengabarkan Berita Sukacita tentang
Kristus. Ketakutan Timotius didasarkan pada fakta bahwa
orang-orang percaya pada masa itu ditangkap dan dianiaya. Meski
demikian, Paulus mengajak Timotius untuk ikut menderita bagi
Injil (ayat 8). Mengapa? Karena mereka telah menerima kasih
karunia Allah melalui berita Injil, yang melaluinya mereka
menerima keselamatan kekal (ayat 9-10). Maka tidak perlu ada
rasa takut sebab Allah memberikan kepada setiap orang percaya,
roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban (ayat 7).
Yang perlu Timotius lakukan adalah mengobarkan atau memanfaatkan
secara mak-simal segala karunia yang telah diberikan Allah. Bila
demikian, maka tidak ada alasan untuk tidak memberitakan Injil.
Kita juga harus menyampaikan Berita Terbesar dalam sejarah kepada
mereka yang terhilang dan tidak mengenal Allah, supaya mereka
beroleh kehidupan kekal. Tentu hal ini tidak mudah kita lakukan
di tengah masyarakat tempat kita tinggal. Bukan tidak mungkin
kita akan menghadapi tantangan atau perlawanan. Namun Paulus
berkata bahwa Allah akan memberikan kekuatan sehingga kita siap
menderita bila saatnya tiba. Ingatlah bahwa orang Kristen yang
menghindari penderitaan sebagai konsekwensi mengikut Kristus
akan menjadi orang Kristen yang dangkal dan tidak matang secara
rohani.
|