|
Judul: Baca dan lakukan!
Kesetiaan terhadap iman tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui
suatu proses di dalam jangka waktu tertentu. Akan tetapi,
kesetiaan iman di masa lalu ternyata bukan jaminan kesetiaan
iman di masa datang. Meskipun Timotius telah mengikuti ajaran
dan teladan Paulus, Paulus merasa perlu untuk terus memotivasi
Timotius agar melan-jutkan hal itu di masa kemudian (ayat
10-11). Terutama bila ia nanti mengalami masa penganiayaan (ayat
12). Cepat atau lambat, para pengikut Kristus pasti akan
mengalami penganiayaan. Oleh karena itu, jangan kaget bila orang
salah paham terhadap iman kita, mengkritik kita, dan bahkan
mencoba melukai kita karena iman kita. Yang penting, jangan
menyerah! Hiduplah sebagaimana seharusnya, yakni menyenangkan
hati Allah dan bukan mengikuti kehendak orang lain. Hidup
orang-orang munafik yang telah digambarkan oleh Paulus (ayat
2Tim. 3:1-9) hendaknya menjadi peringatan bagi Timotius. Mereka
bukan atheis, bukan pula penentang kekristenan. Namun hidup
keagamaan mereka merupakan penyangkalan terhadap kuasa iman yang
seharusnya ada. Akibatnya mereka jadi bertambah jahat (ayat 13).
Tidak dapat disangkal, bahwa dalam mempertahankan kesetiaan iman,
diperlukan juga kehadiran teladan orang-orang beriman yang setia
pada firman Tuhan. Selain Paulus, Timotius juga memiliki ibu dan
nenek yang menjadi teladan iman bagi dia. Sejak ia kecil, ibu
dan neneknya telah mengajari dia Kitab Suci (ayat 2 Tim. 1:5,
3:15). Siapakah teladan kita dalam hal iman? Perhatikan
pengajaran dan karakternya (ayat 10), serta teladani dia!
Akan tetapi, sumber terbesar untuk mempertahankan kesetiaan iman
adalah firman Tuhan sendiri. Alkitab bukan-lah kisah, fabel,
atau mitos tentang Tuhan. Melalui Roh Kudus, Allah menyatakan
diri dan kehendak-Nya. Melalui firmanlah, Tuhan membimbing orang
untuk setia di dalam iman dan kebenaran Tuhan (ayat 16-17). Oleh
karena itu, bacalah dan lakukan apa yang Allah pesankan di
dalamnya.
|