|
Judul: Untuk maksud mulia
Banyak gereja yang dipenuhi jemaat, tetapi tidak semua anggota
jemaat menjalankan tugasnya dalam pembangunan gereja Tuhan.
Mungkin karena tidak tahu, mungkin juga karena merasa tidak
mampu. Lalu bagaimana dengan Anda sendiri, dalam kaitannya
dengan pelayanan di gereja? Aktif sebagai "pemain" atau hanya
sebagai penonton?
Paulus menggunakan gambaran beraneka ragam perabot di dalam sebuah
rumah, yang dimanfaatkan untuk berbagai tujuan (ayat 20). Fungsi
tiap perabot disesuaikan dengan keberadaannya. Gambaran ini
memperlihatkan keberadaan orang-orang yang hidup berpadanan
dengan kebenaran Allah sehingga berkenan di mata-Nya. Kesetiaan
mereka kepada firman Allah mempersiapkan hati mereka sedemikian
rupa hingga dapat dipakai bagi pekerjaan Allah. Di samping itu,
ada juga orang-orang yang tidak setia pada kebenaran firman
Allah. Orang-orang semacam ini tidak menghargai Allah, walau
mereka sangat ingin terlibat dalam pelayanan. Mereka yang
demikian adalah guru palsu.
Lalu bagaimana seorang Kristen dapat dipakai untuk maksud yang
mulia? Pertama, dengan menyucikan diri dari hal-hal jahat (ayat
21-22). Bila hal itu disebabkan pergaulan, jauhkan diri kita
dari orang-orang, yang walau menyebut diri Kristen, tetapi hidup
dengan tidak menghargai Allah. Sudah banyak orang Kristen yang
jatuh dan kemudian menjauh dari Allah, karena kedekatan mereka
dengan orang-orang yang tidak mempedulikan Allah. Kedua, dengan
menghindarkan diri dari perkataan kosong dan pertengkaran (ayat
23-24). Ketiga, membimbing orang dengan sabar agar bertobat
(ayat 25-26).
Semua itu mungkin tidak mudah untuk dilakukan sekali langkah saja.
Beberapa orang mungkin bisa dengan cepat melakukannya sekaligus.
Orang yang lain mungkin perlu secara bertahap melakukannya dan
dengan ketergantungan sungguh-sungguh kepada kuasa Roh Kudus.
Namun bila kita benar-benar serius bersedia dipakai Tuhan di
dalam rumah-Nya, maka kita tentu akan memperoleh
pertolongan-Nya.
|