Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Hakim 13:1-25
< Mei
2008
>
M S S R K J S
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Selasa, 27 Mei 2008

Judul: Bukan karena tiada kesempatan
Akibat pemberontakan dan segala dosa, Allah menyerahkan Israel ke dalam tangan orang Filistin selama empat puluh tahun (ayat 1). Tentu Allah tidak bermaksud membiarkan mereka berada dalam cengkeraman orang Filistin selamanya. Kebesaran kasih membuat Allah bertindak menyelamatkan umat-Nya. Belas kasih Allah atas umat, membuat Dia bertindak tanpa syarat dan tanpa pamrih. Ia ingin menghindarkan manusia dari kehancuran fatal akibat dosa. Oleh karena itu, Israel harus dibebaskan dari belenggu Filistin. Untuk itu diperlukan seseorang yang akan melakukan tugas penyelamatan itu. Lalu Allah sendiri menerobos masuk ke dalam sejarah dan membangkitkan seorang penyelamat bagi umat-Nya, yaitu Simson.

Berita kelahiran Simson bukan hanya akan menjadi beri-ta sukacita bagi bangsa Israel, tetapi juga menjadi kabar gembira bagi keluarga orangtuanya, yaitu Manoah dan istrinya. Padahal istri Manoah mandul (ayat 2). Sebelum Simson berada di kandungan, ibunya telah diberitahu oleh Malaikat Tuhan bahwa anak yang akan dia kandung adalah nazir Allah. Melalui dia, penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin akan dimulai (ayat 5).

Kemudian Simson pun lahir (ayat 24). Inilah satu-satunya berita kelahiran seorang hakim dalam Kitab Hakim-hakim. Hakim-hakim yang lain dipilih oleh Allah setelah dewasa. Tentu kisah kelahiran ini bukan tanpa makna karena memper-lihatkan kesempatan istimewa yang Tuhan berikan kepada Simson untuk menyelamatkan bangsanya. Walau kita lihat kemudian bahwa Simson gagal memenuhi tugasnya.

Bila kita bandingkan kisah Yefta dan Simson, maka kita akan mendapati bahwa lingkungan bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi hidup dan karakter seseorang. Faktor penting lain adalah pilihan dan keputusan masing-masing karena tiap orang punya kesempatan untuk hidup dan berkarya bagi Allah. Masalahnya apakah kita bersedia memilih taat dan mematuhi kehendak-Nya.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini