|
Judul: Bukan karena tiada kesempatan
Akibat pemberontakan dan segala dosa, Allah menyerahkan Israel ke
dalam tangan orang Filistin selama empat puluh tahun (ayat 1).
Tentu Allah tidak bermaksud membiarkan mereka berada dalam
cengkeraman orang Filistin selamanya. Kebesaran kasih membuat
Allah bertindak menyelamatkan umat-Nya. Belas kasih Allah atas
umat, membuat Dia bertindak tanpa syarat dan tanpa pamrih. Ia
ingin menghindarkan manusia dari kehancuran fatal akibat dosa.
Oleh karena itu, Israel harus dibebaskan dari belenggu Filistin.
Untuk itu diperlukan seseorang yang akan melakukan tugas
penyelamatan itu. Lalu Allah sendiri menerobos masuk ke dalam
sejarah dan membangkitkan seorang penyelamat bagi umat-Nya,
yaitu Simson.
Berita kelahiran Simson bukan hanya akan menjadi beri-ta sukacita
bagi bangsa Israel, tetapi juga menjadi kabar gembira bagi
keluarga orangtuanya, yaitu Manoah dan istrinya. Padahal istri
Manoah mandul (ayat 2). Sebelum Simson berada di kandungan,
ibunya telah diberitahu oleh Malaikat Tuhan bahwa anak yang akan
dia kandung adalah nazir Allah. Melalui dia, penyelamatan orang
Israel dari tangan orang Filistin akan dimulai (ayat 5).
Kemudian Simson pun lahir (ayat 24). Inilah satu-satunya berita
kelahiran seorang hakim dalam Kitab Hakim-hakim. Hakim-hakim
yang lain dipilih oleh Allah setelah dewasa. Tentu kisah
kelahiran ini bukan tanpa makna karena memper-lihatkan
kesempatan istimewa yang Tuhan berikan kepada Simson untuk
menyelamatkan bangsanya. Walau kita lihat kemudian bahwa Simson
gagal memenuhi tugasnya.
Bila kita bandingkan kisah Yefta dan Simson, maka kita akan
mendapati bahwa lingkungan bukanlah satu-satunya faktor yang
mempengaruhi hidup dan karakter seseorang. Faktor penting lain
adalah pilihan dan keputusan masing-masing karena tiap orang
punya kesempatan untuk hidup dan berkarya bagi Allah. Masalahnya
apakah kita bersedia memilih taat dan mematuhi kehendak-Nya.
|