Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > 2Timotius 3:1-9
< Mei
2008
>
M S S R K J S
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Sabtu, 17 Mei 2008

Judul: Melawan pengaruh
Tanpa tedeng aling-aling, begitulah Paulus dalam pembicaraannya ini. Ia sama sekali tidak menyembunyikan fakta mengenai situasi yang akan dihadapi Timotius dalam pelayanannya. Ia menjabarkan segala sesuatunya dengan gamblang. Ironisnya, situasi yang digambarkan Paulus tersebut, bukanlah mengenai orang-orang yang tidak beriman atau tidak mengenal Tuhan.

Yang dibicarakan Paulus adalah orang-orang yang aktif beribadah (ayat 5). Namun hidup keagamaan mereka bagai \'tong kosong yang nyaring bunyinya\'. Mereka memang mengajarkan hal yang baik, dan secara kasat mata, juga melakukan hal yang baik. Akan tetapi, jauh di dalam hati mereka, tersembunyi motivasi yang tidak murni. Sesungguhnya, hidup mereka tidak menunjukkan ketaatan kepada Allah, yang melihat jauh ke dalam dasar hati. Hidup keagamaan mereka bagai tubuh tak bernyawa karena tidak bersumber dalam relasi pribadi dengan Allah, Sang Pemilik Hidup. Orang semacam itu mengasihi diri sendiri, mencintai uang, dan lebih menyukai kesenangan hidup dibandingkan persekutuan dengan Allah (ayat 2). Mereka menentang kebenaran (ayat 8). Namun kita perlu mengingat bahwa hidup keagamaan yang kosong seperti itu tidak akan menghasilkan apa-apa (ayat 9).

Semua karakter yang Paulus jabarkan terdapat pula dalam komunitas Kristen masa kini. Lalu bagaimana kita bisa menangkal pengaruh orang semacam itu? Tentu saja dengan mengandalkan kuasa firman Tuhan. Pastikan bahwa kita telah mengalami transformasi karena Kristus telah memperbarui hidup kita. Yakinkan bahwa kita telah menjadikan firman Tuhan sebagai santapan harian kita. Biarkan firman Tuhan membentengi kita dari pikiran, sikap, perkataan, dan perilaku yang berdosa. Hiduplah bersekutu dengan Tuhan agar hidup kita dipenuhi dengan Roh Kudus, bertumbuh di dalam karakter, serta menghasilkan buah roh. Inilah cara agar kita tidak terjebak dalam hidup keagamaan yang palsu. Berdirilah tegak melawan si jahat, dan hiduplah bagi Allah saja.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini