|
Judul: Melawan pengaruh
Tanpa tedeng aling-aling, begitulah Paulus dalam pembicaraannya ini.
Ia sama sekali tidak menyembunyikan fakta mengenai situasi yang
akan dihadapi Timotius dalam pelayanannya. Ia menjabarkan segala
sesuatunya dengan gamblang. Ironisnya, situasi yang digambarkan
Paulus tersebut, bukanlah mengenai orang-orang yang tidak
beriman atau tidak mengenal Tuhan.
Yang dibicarakan Paulus adalah orang-orang yang aktif beribadah
(ayat 5). Namun hidup keagamaan mereka bagai \'tong kosong yang
nyaring bunyinya\'. Mereka memang mengajarkan hal yang baik, dan
secara kasat mata, juga melakukan hal yang baik. Akan tetapi,
jauh di dalam hati mereka, tersembunyi motivasi yang tidak
murni. Sesungguhnya, hidup mereka tidak menunjukkan ketaatan
kepada Allah, yang melihat jauh ke dalam dasar hati. Hidup
keagamaan mereka bagai tubuh tak bernyawa karena tidak bersumber
dalam relasi pribadi dengan Allah, Sang Pemilik Hidup. Orang
semacam itu mengasihi diri sendiri, mencintai uang, dan lebih
menyukai kesenangan hidup dibandingkan persekutuan dengan Allah
(ayat 2). Mereka menentang kebenaran (ayat 8). Namun kita perlu
mengingat bahwa hidup keagamaan yang kosong seperti itu tidak
akan menghasilkan apa-apa (ayat 9).
Semua karakter yang Paulus jabarkan terdapat pula dalam komunitas
Kristen masa kini. Lalu bagaimana kita bisa menangkal pengaruh
orang semacam itu? Tentu saja dengan mengandalkan kuasa firman
Tuhan. Pastikan bahwa kita telah mengalami transformasi karena
Kristus telah memperbarui hidup kita. Yakinkan bahwa kita telah
menjadikan firman Tuhan sebagai santapan harian kita. Biarkan
firman Tuhan membentengi kita dari pikiran, sikap, perkataan,
dan perilaku yang berdosa. Hiduplah bersekutu dengan Tuhan agar
hidup kita dipenuhi dengan Roh Kudus, bertumbuh di dalam
karakter, serta menghasilkan buah roh. Inilah cara agar kita
tidak terjebak dalam hidup keagamaan yang palsu. Berdirilah
tegak melawan si jahat, dan hiduplah bagi Allah saja.
|