Bacaan : Ulangan 34:1-12
Satu pelajaran yang bisa diambil dari sejarah adalah bahwa tak ada
seorang pun yang layak dikultuskan (didewakan). Sebab tak ada orang
yang sempurna. Atau, dapat hidup selamanya. Namun, kesalahan ini
terus terulang dalam sejarah, terutama ketika orang-orang besar
muncul sebagai pemimpin.
Ini tampak nyata dalam sebuah tayangan dokumenter tentang Korea Utara
yang pernah saya saksikan. Korea Utara adalah negara komunis yang
begitu mengagung-agungkan Kim Il Sung, pendiri negara mereka yang
diberi gelar Presiden Abadi dan Pemimpin Agung. Namun pada 1994, ia
meninggal dunia. Dalam tayangan tersebut diperlihatkan bagaimana
rakyat menjadi begitu kacau ketika ia meninggal. Bahkan ada yang
sangat putus asa dan bunuh diri mendengar kabar kematian sang
pemimpin agung.
Melihat sepak terjang Musa dan kebergantungan orang Israel kepadanya,
Musa pun sangat mungkin dikultuskan oleh bangsa Israel. Mungkin itu
sebabnya mengapa Allah "menyembunyikan" makam Musa (ayat 6). Supaya
bangsa Israel mampu terus berjalan bersama TUHAN (dan Yosua) memasuki
tanah Kanaan serta menyadari bahwa Musa hanyalah alat Tuhan demi
perwujudan rencana agung-Nya.
Di sekitar kita, mungkin ada orang yang berkarisma, mengagumkan.
Mungkin seorang pemimpin masyarakat, rohaniwan, atau pembina. Walau
demikian, tak seorang pun layak dikultuskan. Ingatlah, ia ciptaan
Allah. Yang hadir di dunia sebagai "alat" demi terwujudnya rancangan
Allah. Di sisi lain masing-masing kita mesti selalu ingat bahwa jika
kita menjadi pribadi yang berarti, itu bukan demi keagungan diri
sendiri, melainkan demi kemuliaan Allah -ALS
JIKA MANUSIA MENJADI HEBAT
PASTI TUHAN PUNYA RENCANA BESAR DI MANA IA HARUS TERLIBAT
|