Bacaan : Obaja 1:1-7
Tentang kesombongan, C.S. Lewis menulis, "Berhadapan dengan Allah,
manusia berhadapan dengan Sosok yang keunggulannya dalam segala aspek
tak tertandingi. Kalau Anda tidak melihat Allah sebagaimana
adanya-dan dengan demikian melihat diri Anda secara mutlak tidak
sebanding dengan Dia-Anda sama sekali tidak mengenal Allah. Selama
Anda sombong, Anda tidak mungkin mengenal Allah. Orang yang sombong
selalu memandang ke bawah, merendahkan orang lain dan segala sesuatu:
dan, tentu saja, selama Anda melihat ke bawah, Anda tidak akan dapat
melihat sesuatu yang ada di atas Anda."
Sikap semacam itu diperlihatkan bangsa Edom. Mereka membanggakan
kehebatan dan pengaruh mereka di tengah bangsa-bangsa lain. Mereka
memegahkan perbentengan yang tinggi dan kokoh. Mereka menyombongkan
kekayaan dan kemakmuran. Mereka mengandalkan persekutuan dengan
negara-negara sahabat. "Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke
bumi?" pikir bangsa itu.
Mereka lalai; tidak memperhitungkan keberadaan Allah. Allah yang
sanggup meninggikan dan merendahkan bangsa-bangsa semudah membalikkan
telapak tangan. Terhadap bangsa Edom, Dia berfirman, rajawali pongah
itu akan dijatuhkan.
Kesombongan berkaitan dengan cara pandang kita terhadap Allah serta
siapa atau apa yang kita andalkan. Apakah kita menghormati Dia
melalui sikap, ucapan, dan tindakan kita? Manakah andalan kita: diri
sendiri, keunggulan yang kita miliki, atau Allah? Kiranya kita
dijauhkan dari keangkuhan Edom dan belajar merendahkan diri di
hadapan Allah -ARS
KESOMBONGAN MENDATANGKAN KEJATUHAN
|