Bacaan : Keluaran 14:10-22
Kehidupan kita seperti roda yang selalu berputar; selalu maju. Masa
lalu tidak dapat diulang lagi. Namun begitu, kita kerap membandingkan
keadaan yang terjadi di setiap masa. Misalnya, seingat saya, pada
1990-an, harga gula pasir sekitar Rp900,00/kg. Kini, harganya hampir
sepuluh kali lipat! Maka, tidak heran jika ada orang yang berharap
untuk kembali ke masa lalu, ketika harga lebih murah, pemikiran lebih
sederhana, dan tuntutan hidup yang memicu stres tidak setinggi saat
ini.
Pengalaman ingin kembali ke masa lalu juga pernah dialami bangsa
Israel ketika Musa memimpin mereka keluar dari Mesir. Di depan mereka
terhampar Laut Teberau. Di belakang mereka pasukan Mesir mengejar.
Dalam situasi itu, orang Israel berkata kepada Musa, "Lebih baik bagi
kami untuk bekerja pada orang Mesir daripada mati di padang gurun
ini" (ayat 12). Mereka ingin kembali, padahal Tuhan membebaskan
mereka untuk mengalami hal yang lebih indah di depan! Perjalanan
keluar dari Mesir juga dipakai Tuhan untuk menuntun Israel selangkah
lebih dekat pada penggenapan rencana-Nya: masuk tanah perjanjian.
Namun, orang Israel sudah terbuai kenyamanan di Mesir sebagai budak.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga berpikir seperti bangsa
Israel yang memilih tinggal di masa lalu karena "nyaman"? Tuhan
menuntun Israel keluar dari Mesir untuk mengajarkan hal baru yang
berharga. Demikian juga Dia menuntun kita melangkah maju setiap hari,
untuk mengalami kuasa-Nya yang luar biasa. Jangan kecut dan tawar
hati, sebab walau tantangan hidup bertambah, penyataan kuasa Tuhan
juga semakin bertambah. Maka, nikmatilah hidup yang Tuhan hadirkan
setiap hari. Dan majulah bersama Tuhan! -HA
MASA LALU DIBERIKAN TUHAN MENJADI PELAJARAN BERHARGA
BUKAN SEBAGAI BAYANG-BAYANG MENYESAKKAN BAGI HIDUP MASA KINI
|