Bacaan : Roma 15:1-7
Mirna dan Jack hidup dalam obat bius, pesta-pora, dan kumpul kebo.
Mirna mengira orangtua Jack pasti sangat membencinya. Ia keliru. Pada
malam Natal, mereka berdua diundang makan bersama keluarga Jack.
Mirna memakai kostum ala penyanyi rock dengan tato di tangan, tetapi
orangtua Jack tetap bersikap ramah. Ibu Jack sering menelepon sesudah
itu. Memberinya nasihat rohani. Mulanya Mirna mencibir. Suatu hari
kecanduannya makin parah. Mirna merasa sangat ketakutan, lalu
menelepon si ibu. Orangtua Jack datang bersama pendeta, mendoakan dan
memeluknya. Ia terharu sekali karena merasa diterima. Sejak itu Mirna
dan Jack menerima Kristus.
Dalam pergaulan sehari-hari, kerap kita jumpai orang yang imannya
lemah. Ada yang masih percaya takhayul, gaya hidupnya duniawi, atau
terikat dosa tertentu. Banyak pula yang belum beriman, bahkan mencela
Kristus. Bagaimana sikap kita? Menghakimi dan menjauhi mereka? Rasul
Paulus menantang kita untuk menerima mereka apa adanya (ayat 7),
sebagaimana Kristus telah menerima kita. Menerima bukan berarti
menyetujui perbuatan dosanya, melainkan "menanggung kelemahannya"
(ayat 15). Artinya, berusaha menanggung rasa tidak nyaman ketika
menghadapi kelemahannya, sambil berdoa dan berusaha membangun
imannya.
Menerima orang seperti Mirna tidaklah mudah. Lebih gampang
meninggalkan orang bermasalah seperti dia, lalu bergaul dengan kawan
seiman yang lebih menyenangkan. Di sini dibutuhkan penyangkalan diri,
kesabaran, dan kerendahan hati. Namun, percayalah: penerimaan Anda
akan menyentuh hidup mereka! -JTI
SEBUAH PENERIMAAN YANG TULUS
MEMBUAT JALAN MENUJU TUHAN MENJADI MULUS
|