Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > AH, JANGAN SAYA!
< September
2009
>
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Renungan Harian

Minggu, 13 September 2009

Bacaan Setahun : Yehezkiel 8-11
Nats : Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini (2Korintus 4:11)

AH, JANGAN SAYA!

Bacaan : Keluaran 3:7-22

Seorang ibu di gereja ditawari masuk ke suatu pelayanan. Ia menjawab, "Ah, saya ini siapa? Mana bisa saya melakukan pelayanan yang sedemikian besar. Saya ini jemaat biasa." Jika mendengar jawaban itu, apa yang akan Anda katakan? Biasanya kita akan menyanggah dan memaparkan kemampuan, kehebatan, atau kelebihan orang itu. Kita berharap ia akan lebih percaya diri, sehingga mau menerima pelayanan tersebut.

Firman Tuhan hari ini memperlihatkan kisah yang hampir serupa. Ketika Tuhan memanggil Musa, ia menjawab, "Siapakah aku ini?" (ayat 11). Tuhan menjawab pertanyaan Musa, tidak dengan memaparkan kelebihan maupun kehebatan Musa. Sebaliknya, Tuhan berkata, "Bukankah Aku ini menyertai engkau?" (ayat 12). Selanjutnya, dalam 27 ayat, Tuhan memaparkan rincian rencana-Nya; langkah-langkah yang harus Musa ambil sampai kata-kata yang harus Musa katakan. Melalui semuanya itu, Tuhan ingin Musa melakukan pelayanan dengan dasar siapa DIA, bukan siapa Musa.

Acap kali kita menerima pelayanan karena kita merasa mampu atau punya kelebihan di bidang itu. Tidak salah. Namun kita harus sadar, kemampuan dan kelebihan kita tidak akan membuat pelayanan berhasil; juga tak selamanya membuat kita kuat menjalani pelayanan. Ingatlah teladan Paulus, "Oleh karena kemurahan Allah aku menerima pelayanan ini. Sebab itu aku tidak tawar hati." Paulus tak tawar hati menjalani panggilannya karena ia sadar menerima pelayanan karena kemurahan Allah, bukan karena kelebihannya.

Apakah Anda ingin terus kuat dalam pelayanan? Dan tidak mudah tawar hati? Bergantunglah kepada-Nya -GS

BERGANTUNG PADA KEMAMPUAN SENDIRI, KITA AKAN TERSANDUNG

BERGANTUNG PADA KEMURAHAN ALLAH, DIA AKAN MENDUKUNG
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran